Waskita Jual Saham Tol Medan ke Perusahaan Hong Kong

sentralberita | Medan ~ PT Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjual 30 persen kepemilikan saham di Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ke Kings Ring Limited (KRL). KRL merupakan anak usaha Road King Expressway (RKE), perusahaan berbasis di Hong Kong.

Penjualan atau divestasi saham dilakukan dengan nilai transaksi Rp824 miliar. Pembayaran akan dilakukan secara bertahap setelah tanda tangan akta jual beli (sale purchase agreement) dan seluruh dokumen serta legalitas sudah lengkap.

“Setelah disepakatinya perjanjian awal ini, kami akan segera memproses dokumen dan melengkapi apa saja yang dibutuhkan dari pihak investor maupun Waskita Toll Road sebelum penandatanganan sale purchase agreement tersebut dilakukan,” kata Direktur Utama Waskita Toll Road Septiawan Andri Purwanto dalam keterangan resmi, Selasa (9/3).

Kesepakatan penjualan tertuang di Conditional Sale Purchase Agreement antara Waskita Toll Road dengan KRL yang disepakati di Jakarta. Andri mengatakan penjualan ini merupakan strategi bisnis perusahaan untuk memperbaiki kinerja ke depan.

Direktur Business Development & QHSE Waskita Karya Fery Hendriyanto menambahkan kesepakatan dengan KRL menjadi momentum baik untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam berinvestasi di bidang infrastruktur jalan tol.

“Penandatanganan CSPA ini hanyalah awal dari semua peluang investasi di Indonesia. Transaksi ini menunjukkan peluang investasi yang tak terhitung jumlahnya di Indonesia, tidak hanya proyek di jalan tol tetapi juga di sektor lain,” tutur Fery.

Untuk diketahui, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi berdiri sepanjang 61,7 kilometer (km) sejak 2016. Pada tahun yang sama, tol sudah mulai dioperasikan secara penuh.

Tol tersebut merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera dan menjadi infrastruktur vital dalam menghubungkan Medan dengan beberapa daerah sekitar. Khususnya Bandara Kualanamu dan wilayah Tebing Tinggi.

Sementara RKE merupakan salah satu investor asal Hong Kong yang berpengalaman sebagai investor jalan tol lebih dari 20 tahun di China.(cnn)