Warga Pancurbatu Tewas Dibantai karena Telur

sentralberita | Pancurbatu ~ Sangat mudah nya menghabisi nyawa seseorang, seperti yang dialami korban, Rasmi Rasmita beru Ginting (35) warga Jl Karya Muslimin, Desa Baru, Kec. Pancurbatu, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dirinya meninggal dunia hanya gara-gara diteriaki oi dan telur.

Informasi yang diperoleh di Polsek Pancurbatu menyebutkan bahwa kejadian tersebut berawal dari kedatangan terduga, MNST alias B (33) warga yang sama mendatangi rumah korban, Kamis (29 6/2017) sekitar pukul 02.00 wib.

Yang mana menurut informasi tersebut, bahwa terduga hendak menumpang untuk menggoreng telur dan makan. Sebelum kejadian itu, menyebutkan bahwa sebelum nya terduga menggedor pintu rumah korban yang saat itu sedang terlelap tidur bersama anak nya.

Usai berhasil masuk ke dalam rumah korban, yang mana sebelum nya pintu dibuka anak korban, terduga pun menyuruh satu dari dua anak korban untuk menggoreng 7 butir telur ayam yang dibawa terduga.

Setelah digoreng, terduga pun disebutkan menyantap makanan tersebut. Usai makan, terduga pun bersantai duduk di lantai rumah korban.

Namun saat duduk, ternyata celana terduga terkena sisa permen karet. Menyadari hal itu, terduga pun disebut pula pergi ke dapur rumah korban untuk mengambil sebilah pisau dan minyak lampu yang ada dilampu teplok milik korban untuk membersihkan sisa permen karet tersebut. Yang mana saat itu, terduga duduk berdekatan dengan anak korban.

Namuan setahu bagaiman, secara mendadak korban tersentak dari tidur nya dan melihat terduga sedang memegang sebilah pisau yang duduk tak jauh dari anak nya, secara tiba-tiba korban berteriak oi…oi…sambil memanggil nama anak nya itu.

Terduga yang mendengar teriakan korban, yang juga tidak diketahui pasti secara mendadak mengayunkan pisau yang dipegang nya ke arah tubuh korban yang mengenai dada korban.

Kondisi yang membuat kegaduhan itu membuat korban menyenggol lampu teplok yang digunakan sebagai penerangan rumah nya jatuh dan membuat kondisi rumah korban mendadak gelap gulita.

Gelap gulita itu juga membuat korban dan anak korban panik sehingga berteriak – teriak minta tolong. Ternyata minta tolong korban dan anak nya membuat terduga diduga gelap mata dan kembali menghujami pisau tersebut ke arah korban yang saat itu disebut pula mengenai bagian perut korban.

Usai melakukan aksi itu, terduga pun meninggalkan lokasi kejadian. Sedangkan pisau yang diduga menghabisi korban dengan diameter 30 cm dibuang korban disebuah kolam ikan tak jauh dari rumah korban.

Kapolsek Pancurbatu melalui Kanit Reskrim nya, AKP S. Siregar, SH membenarkan kejadian tersebut dan sudah mengamankan terduga pelaku.

“Sudah kita amankan terduga pelaku nya, lita amankan, Kamis (7/3/2021) sekitar pukul 21.00 wib. Disekitar pajak Pancurbatu, dan saat kita interogasi, terduga mengaku melakukan hal tersebut terhadap korban. Saat ini kita masih mendalami kejadian tersebut untuk mengungkap motif sebenar nya. Benar, teriakan korban malam itu juga sempat mengundang tetangga korban yang langsung mendatangi rumah korban. Dan tetangga korban melihat korban sudah tak berdaya tergeletak di lantai rumah korban dengan bersimbah darah,” ujar Siregar. (mtc)