Polsek Percutseituan Didemo Kasus Cabul Anak

sentralberita | Medan ~ Dengan membawa bendera ormas, puluhan orang yang tergabung dalam Forum Islam Bersatu (FIB) DPC DK Mandala ramai-ramai mendatangi Polsek Percut Sei Tuan Jalan Letda Sujono Deli Serdang, dikutip Sabtu (27/3).

Kedatangan anggota ormas ini melaksanakan aksi unjuk rasa.

Di mana massa meminta salah seorang terduga pelaku cabul berinisial Ir (70) warga Perumnas Mandala, yang diamankan polisi agar segera dipulangkan.

Ketua DPC DK Mandala di Polsek Percut Sei Tuan, Adel mengatakan bahwa pihaknya meminta agar Ir dipulangkan karena difitnah.

“Kedatangan kita kemari menyampaikan bahwa orangtua kita (Ir) difitnah mencabuli seorang anak,” ujarnya.

Lanjut Adel penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian sekitar sepekan yang lalu ini tidak diterima oleh pihak keluarga dan sebagian warga. 

Dalam hal ini, Adel beranggapan bahwa ada paksaan dalam kasus yang menjerat Ir.

“Indikasi ini jelas terlihat, ketika mantan Kepling setempat hadir dalam penggeledahan di rumah Ir. Saya menduga, ada motif sakit hati mengenai pergantian Kepling setempat, di balik laporan cabul ini,” katanya.

Dirinya juga berharap adanya keadilan dan yang bersangkutan harus dikeluarkan.

“Kita meminta keadilan, harus dikeluarkan juga. Sebagai tokoh agama di lingkungan kami, yang tidak melakukan perbuatan cabul, kami minta dikeluarkan,” ucapnya. 

“Kalau memang proses hukum masih berlanjut silahkan, kami juga akan mengadu ke Polda, Mabes Polri dan Pak Jokowi, kami meminta keadilan,” sambungnya.

Massa berjumlah sekitar lima puluhan orang ini datang dengan membawa bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan aksara Arab. 

Aksi protes anggota ormas ini pun disambut langsung Kapolsek Percutseituan. Orang nomor satu di mapolsek Percutseituan itu langsung menjumpai massa pengunjuk rasa. 

Menurutnya, massa aksi tidak memiliki pemberitahuan demo.

“Ada ada pemberitahuan kalian membuat begini (demo), kasih tau ini negara hukum. Kalau kalian merasa ada pelayanan kurang baik, datangi Kapolsek bukan kayak gini, nanti ada singgungan bagaimana, siapa yang disalahkan, Kapolsek,” katanya dihadapan massa aksi.

AKP Jan Piter lalu mengajak perwakilan massa pengunjuk rasa untuk masuk ke dalam ruangannya untuk membahas permasalahan ini. 

Sedangkan, massa lain disarankan untuk membubarkan diri. “Kalau dibalikan ada keluarga bapak jadi korban, dilepas gitu aja bagaimana, kan susah kan,” pungkasnya. (tc)