Perambahan Hutan Menjadi-jadi di Sosopan

sentralberita | Palas ~ Perambahan liar dengan modus pembukaan perkebunan inti rakyat (PIR) semakin marak terjadi di wilayah Bukit Barisan.

Seperti halnya yang sedang berlangsung di Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padanglawas (Palas) meresahkan masyarakat karena merusak ekosistim lingkungan yang berdampak terjadinya bencana alam dan kerusakan hutan menjadi gundul .

Husein Siregar tokoh pemuda di Kecamatan Sosopan, dikutip Rabu (25/3) mensinyalir tindakan oknum pelaku perambahan liar tersebut tanpa dilengkapi dokumen sah dari pemerintah. Karenanya harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum.

Menurutnya, kegiatan perambahan hutan secara liar akan berdampak besar menimbulkan bencana seperti longsor dan banjir yang menjadi ancaman besar bagi masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Sosopan ini.

“Siapapun yang pembacking kegiatan illegal logging atau perambahan liar harus ditindak tegas oleh pihak aparat kepolisian karena aktivitasnya telah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat,” bebernya.

Sebelumnya Kepala Desa Sianggunan Kecamatan Sosopan, M Raja Syahnan Nasution membantah adanya kegiatan perambahan liar.

Menurutnya, di desa tersebut tidak ada perambahan liar, melainkan rencana membuka lahan perkebunan inti rakyat dengan sistim plasma.

“Di wilayah ini terdapat areal pengubahan lain (APL) sekitar 400 hektar untuk rencana pembukaan PIR sistim plasma yang pelaksanaannya dilakukan oleh pihak CV Mutiara Batang Toru,” ujarnya.

Diakuinya, rencana untuk membuka lahan PIR memang benar ada bekerjasama dengan pihak CV. Mutiara Batang Toru.

“Nantinya akan dikelola PIR jenis kopi ateng,” ucap Raja Syahnan.

Saat ini akunya, masih sebatas tahap pembukaan jalan menuju lokasi PIR. Hingga kini belum ada kayu yang keluar dari lokasi tersebut.

Ia menambahkan, rencana pola PIR tersebut adalah lahan putih diluar kawasan hutan atau Areal Pengguna Lain (APL), berlokasi siborang Aek Uluaer.

Sementara Kapolsek Sosopan, HS Batubara melalui kanit Provos, Irdan Hasibuan, yang mengatakan, pihaknya telah mengambil keterangan terkait adanya informasi kegiatan pengambilan kayu di Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan.

Pihak pengusaha kayu, Randi Pratama Kuswanto bersama Kades Sianggunan, telah dimintai keterangan seputar kegiatan di desa tersebut.

Kanit Tipidter Polres Palas Ipda Budi Chandra Nasution, SH beserta petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah VII Gunung Tua, Davit, bersama Kepala Desa Sianggunan juga turun ke lokasi, dalam hal mengambil keterangan pekerja yang ada dilapangan.

Pihak KPH wilayah VII Gunung Tua, Davit mengatakan, pihaknya belum tahu secara resmi.

“Yang jelas secara resmi adanya kegiatan penebangan kayu tersebut belum ada pemberitahuan ke pihak kehutanan,” tegas Davit.

Sementara terkait masalah izin lahan, sesuai pengakuan Kepala Desa masih dalam pengurusan.

Lebih lanjut Davit menjelaskan beberapa hari sebelummya, pihaknya bersama Polres Palas sudah turun cek and ricek.

“Lokasi kegiatan penebangan kayu masih berada di luar kawasan hutan,” jelasnya.

Mengenai penebangan kayu Davit mengakui, adanya kayu jenis torop yang ditemukan dilapangan, namun lokasinya masih di luar kawasan hutan. Kayu tersebut berdasarkan keterangan kepala desa, dijual pemilik tanah.

“Di dalam lokasi aktivitas pihak perusahaan masih belum ada hanya tahap pembersihan jalan ke lokasi,” timpalnya. (gs)