Penembakan Rasis Brutal Kembali Terjadi di Amerika, 8 Perempuan Tewas

sentralberita | Atlanta ~ Pria bersenjata yang menewaskan delapan orang di panti pijat dan spa di Kota Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, pada Selasa waktu setempat telah ditangkap. Tersangka yang mendapat tuduhan berlapis atas pembunuhan dan penyerangan itu berhasil dicokok saat polisi mulai mengidentifikasi para korban.

Sejauh ini pihak kepolisian belum bisa mengkonfirmasi apakah enam perempuan Asia yang dibunuh itu dilatarbelakangi oleh motif rasial. Nama empat korban sudah diketahui pada Rabu waktu setempat.

Tersangka akan menghadapi tuduhan berlapis atas kasus pembunuhan itu, termasuk penyerangan.

Sheriff di wilayah Cherokee, Frank Seynolds mengatakan tersangka kemungkinan seorang pelanggan dan mengaku memiliki “kecanduan seks”.

Serangan ini terjadi di tengah peningkatan kejahatan yang menyasar warga keturunan Asia-Amerika.

Empat korban telah teridentifikasi sebagai Ashley Yaun, 33 tahun; Paul Andre Michels, 54 tahun; Xiaojie Yan, 49 tahun; dan Daoyou Feng, 44 tahun. Sementara itu, korban lainnya, Elcias R Hernandez-Ortiz mengalami luka.

Apa yang dikatakan polisi?
Dalam keterangan kepada media, Rabu kemarin, para penyidik mengatakan tersangka bernama Robert Aaron Long telah mengakui perbuatannya, tapi membantah serangan ini bermotifkan rasial.

Long telah ditangkap dengan tuduhan empat pembunuhan, dan satu lagi atas penyerangan, menurut Departemen Sheriff wilayah Cherokee.

“Dia rupanya punya persoalan, apa yang ia rasakan sebagai kecanduan seks, dan lokasi tempat kejadian perkara telah menggodanya, dan dia ingin menyingkirkannya,” kata Capt. Jay Baker yang juga menambahkan, Long ditangkap bersama barang bukti pistol 9mm, dan tidak melakukan perlawanan.

Panti pijat ini diketahui terkadang menyediakan layanan prostitusi, tapi pihak berwenang mengatakan belum ada indikasi lokasi ini telah diincar sebelumnya.

“Ini adalah bisnis yang berjalan secara legal, yang masih berada dalam jangkauan kami,” kata Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, yang menambahkan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam “mempermalukan ataupun menyalahkan korban”.

Polisi juga mencatat masih terlalu dini bagi penyelidikan ini untuk mengungkap motif, dan tersangka melakukan aksi ini seorang diri.

Bottoms mengatakan tersangka ditangkap dalam perjalanan ke Florida, kemungkinan untuk melakukan aksi serupa.

Tersangka cepat diidentifikasi karena ayahnya sendiri membantu pihak kepolisian.

Menurut CBS News, tersangka mengatakan kepada para penyidik bahwa “dia mencintai Tuhan dan senjata”

Sejauh mana kronologi kejadian yang diketahui?
Penembakan terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17:00 (21:GMT) di Young’s Asian Massage di Acworth, wilayah Cherokee.

Dua orang tewas di tempat kejadian dan tiga dilarikan ke rumah sakit. Tapi hanya satu yang selamat, dua lainnya ikut tewas, kata juru bicara kantor sheriff, Capt. Baker. Dia kemudian mengkonfirmasi para korban adalah dua perempuan Asia, seorang perempuan kulit putih dan seorang pria kulit putih, dan mengatakan seorang Amerika Latin mengalami luka.

Kurang dari satu jam kemudian, kepolisian mendapat panggilan terhadap “perampokan yang sedang berlangsung” di Gold Spa di sebelah timur laut Atlanta. Dalam panggilan yang direkam 911, seorang perempuan memberi tahu bahwa ia sedang bersembunyi dari serangan.

“Apa Anda punya gambaran mengenai pria yang menyerang?” kata operator.

“Kami sedang bersembunyi saat ini,” jawab perempuan itu. “Mereka bersenjata api.”
“Segera datang ok?” katanya.

Saat pihak berwenang tiba di spa “petugas menemukan tiga jenazah perempuan di dalam lokasi dengan luka tembak,” kata polisi.

Saat berada di sana, petugas juga mendapat panggilan menuju spa di seberang jalan, Aromatherapy Spa. Di situ polisi juga menemukan perempuan lainnya yang tewas ditembak.

Dalam sebuah panggilan 911, seorang perempuan mengatakan kepada operator bahwa dia mendapat telepon dari seorang teman yang mengatakan, ada pria yang masuk ke dalam spa dan melepaskan tembakan.

“Mereka mengatakan sejumlah pria masukā€¦ kami mendengar letusan senjata dan seorang perempuan roboh persis di depan pintu,” katanya. “Dan semua orang ketakutan, dan semua orang bersembunyi.”

Para penyelidik yang mempelajari rekaman CCTV kemudian merilis gambar seorang tersangka di dekat salah satu spa. Polisi mengatakan, setelah perburuan dari Woodstock, Georgia, akhirnya Robert Aaron Long ditangkap di wilayah Crisp, sekitar 150 mil (240 kilometer) di selatan Atlanta.

Pihak berwenang di Korea Selatan mereka masih mencari tahu kewarganegaraan empat perempuan keturunan Korea tersebut.

Sebelumnya, Delapan orang, termasuk setidaknya enam perempuan keturunan Asia, tewas dalam penembakan di tiga tempat berbeda di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, Selasa (16/03) waktu setempat.

Kepolisian setempat menyebut empat orang tewas di sebuah panti pijat di Acworth, kawasan pinggiran utara Atlanta. Lainnya tewas di dua spa di Kota Atlanta.

Pemerintah Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa empat dari korban penembakan itu merupakan keturunan Korea.

Para pejabat setempat menyebut seorang laki-laki berusia 21 tahun telah ditangkap dan diyakini merupakan tersangka dalam tiga serangan mematikan itu.

Hingga berita ini disusun, kepolisian belum mengumumkan motif penembakan tersebut.

Kejahatan kebencian terhadap keturunan Asia di Amerika Serikat meningkat

Pelaku serangan rasis ‘saya tidak ingin virus coronamu di negaraku’ atas mahasiswa Singapura divonis bersalah

Kejahatan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia-Amerika meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Situasi itu dipicu informasi yang menyalahkan orang Asia atas penyebaran Covid-19.

Dalam pidatonya minggu lalu, Presiden AS Joe Biden mengutuk “kejahatan rasial yang kejam terhadap orang Asia-Amerika, yang diserang, dilecehkan, disalahkan dan dikambinghitamkan.”

Penembakan pertama di Atlanta terjadi sekitar pukul lima sore waktu setempat di Youngs Asian Massage Parlor, Acworth.

Juru bicara kepolisian setempat, Kapten Jay Baker, menyebut dua orang tewas di tempat kejadian. Tiga korban penembakan lain sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi dua di antaranya tak bisa diselamatkan.

Baker mengkonfirmasi, empat korban tewas pertama adalah dua perempuan keturunan Asia, seorang perempuan kulit putih dan satu laki-laki kulit putih.

Seorang laki-laki Hispanik mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Kurang dari satu jam setelah penembakan pertama, kepolisian setempat mendapat informasi tentang perampokan yang sedang berlangsung di Gold Spa, di timur laut Atlanta.

“Setibanya di sana, petugas menemukan tiga perempuan yang tewas dengan luka tembak di lokasi,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Saat tengah berada di Gold Spa, polisi dipanggil ke spa di seberang jalan, bernama Aromatherapy Spa. Di sana mereka menemukan satu perempuan yang juga tewas ditembak.

Kepolisian setempat, sebagaimana dikutip oleh Atlanta Journal-Constitution, mengatakan bahwa empat korban terakhir yang mereka temukan adalah perempuan keturunan Asia.

Penyelidik yang telah mempelajari rekaman CCTV kemudian merilis video seorang tersangka di dekat salah satu spa.

Dalam sebuah penyergapan, kepolisian menangkap Robert Aaron Long, warga Woodstock, Georgia di kawasan sekitar 240 kilometer sisi selatan Atlanta.

Kapten Baker menyebut para penyelidik sangat yakin bahwa laki-laki itu adalah pelaku dalam ketiga penembakan.

Pihak berwenang mengatakan masih terlalu dini dalam penyelidikan untuk mengetahui apakah para korban menjadi sasaran karena ras atau etnis mereka.

Namun, kelompok advokasi Stop AAPI Hate [Asian Americans and Pacific Islanders] menyebut peristiwa itu sebagai “tragedi yang tak dapat diungkap dengan kata-kata”.

“”Saat ini ada banyak ketakutan dan rasa sakit di komunitas Asia-Amerika yang harus diatasi,” tulis kelompok itu lewat akun Twitter.

Ben Crump, seorang pengacara hak sipil terkemuka, juga angkat bicara di Twitter.

“Pembunuhan tragis hari ini di #Atlanta menegaskan kembali perlunya kita untuk meningkatkan dan melindungi SEMUA minoritas yang terpinggirkan di Amerika dari rasisme,” tulisnya.
(dtc)