Miliki 26 Butir Ekstasi, Muhammad Wahyu Dituntut 10 Tahun Penjara

sentralberita|Medan ~ Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim menuntut Muhammad Wahyu (20 tahun) terdakwa kasus kepemilikan Narkotika jenis Pil Ekstasi sebanyak 26 butir berlogo Hulk dengan hukumanan 10 tahun penjara.

“Meminta agar majelis hakim menjatuhkan terdakwa dengan hukuman 10 tahun dan denda Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan penjara,” pinta Jaksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing di Ruang Cakra XI, Rabu (10/3)

Dalam nota tuntutan Jaksa, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan dalam pertimbangan Jaksa, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran Narkotika.

“Hal yang meringankan, terdakwa berprilaku sopan dalam persidangan dan mengakui perbuatannya,” jelas Jaksa.

Demikian, setelah mendengarkan nota tuntutan Jaksa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda pembelaan terdakwa (pledoi).

Mengutip dakwaan Jaksa sebelumnya menjelaskan bahwa, kasus itu bermula pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020 Wib sekitar pukul 18.00 Wib saksi polisi yang petugas Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi tentang terdakwa Muhammad Wahyu als Wahyu melakukan peredaran narkotika jenis ekstasi di Jalan Pasar I Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang.

“Kemudian tim langsung menuju lokasi tersebut dan melihat 2 orang laki-laki yang menucigakan dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Merah BK 5395 FQ, dipinggir Jalan Pasar I Kel. Asam Kumbang,” jelas Jaksa di Hadapan Majelis Hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing.

Kemudian, lanjut Jaksa, saksi polisi Rahmad melakukan penindakan memepet sepeda motor terdakwa hingga terdakwa terjatuh dari sepeda motor setelah itu saksi polisi berhasil menangkap terdakwa dan dari genggaman tangan kiri terdakwa ditmukan 1 bungkus plastik klip bening tembus pandang berisi pil ekstasi warna hijau dengan logo hulk.

Selanjutnya teman terdakwa yang bernama ARI (DPO) berhasil melarikan diri, dan terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut guna proses hukum selanjutnya. Bahwa terdakwa tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang untuk menjual, menjadi perantara dalam jual beli, atau menyerahkan narkotika golongan I berupa Pil Ekstasi.

“Bahwa barang bukti yang disita dari terdakwa sesuai dengan Berita Acara ada sebanyak 26 butir tablet berwarna hijau berlogo Hulk dengan berat netto 4,93 gram. Barang bukti tersebut diduga mengandung narkotika. Milik terdakwa Muhammad Wahyu als Wahyu,” jelas Jaksa. (SB/FS)