Meteran Listrik Multiguna Nongol di Alun -Alun Aekkanopan

Tampak meteran multiguna menempel pada tiang listrik di lokasi alun – alun

sentralberita ~Labura~Proyek alun – alun yang berada persis disamping Kantor Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kecamatan Kualuh Hulu yang meski tahapannya belum selesai atau rampung total, namun kini sudah diramaikan oleh masyarakat.

Alun – Alun rasa pasar malam itulah yang dijuluki masayarakat saat ini. Sebab setiap sore lokasi tersebut sudah diramaikan oleh pengunjung dan para pedagang dengan aneka dagangan dan beragam permainan.

Selasa (16/3) temuan awak media dilokasi alun -alun yang tak seperti biasanya, nogol/muncul meteran KWh listik multiguna (meteran cabutan) yang ditempelkan disalah satu tiang listrik.

Terlihat pemasangan Kwh tersebut amburadul dan sangat mengkhawatirkan. Benar – benar sangat membahayakan jika terjadi korsleting dan memakan korban. Meteran dipasang diruang terbuka tanpa pelindung dari panas dan hujan, begitupun kabel terlihat malang melintang.

Awak mediapun mempertanyakan tentang keberadaan meteran tersebut pada Manager PLN unit aekkanopan, Panji Gunawan diruang kerjanya.

Panji mengatakan pada awak media, memang benar saya mengetahui meteran multiguna itu dipasang di alun – alun dan itu atas permohohan instalator, Ujarnya.

Saat ditanya bagaimana proses permohohan dan peruntukannya dan terkait biaya sewa Kwh bagaimana?

Manager PLN menjelaskan, silahkan masyarakat membuat permohohan kekantor PLN. Itukan meteran cabutan untuk membantu masyarakat jika saat ada hajatan/pesta sebab Kwh nya dirumah tidak sanggup daya listriknya. Boleh juga untuk hiburan pasar malam. Itu tidak ada Istilah bayar sewa hanya saja masyarakat yang meminjam membayar tagihan listrik sesuai pemakaianya. Ujarnya.

Kembali saat awak media mempertanyakan bagaimana pertanggung jawabannya. Sebab jika pesta ada tuan rumah yang bertanggung jawab, begitu juga pasar malam ada penanggung jawabnya.

Sebab status keramaian yang disebabkan pedagang di alun – alun tidak resmi tidak ada mengantongi izin dari Pemkab Labura dan pihak terkait . Jika terjadi korsleting dan memakan korban siapa yang bertanggung jawab?

Lanjut Panji mengatakan, kalau terkait Ijin itu ranahnya pihak Pemkab. Terkait Kwh tersebut yang memohon instalator panggilannya Awek. Jika itu membuat masalah dan ada yang keberatan silahkan surati pihak PLN agar kita tarik. Tegasnya.

Terpisah saat awak media mengkonfirmasi terkait keberadaan meteran tersebut pada pemohon Awek yang notebenenya pihak rekanan PLN via telepon mengatakan ” benar saya yang pasang meteran itu permintaan pedagang yang ada di alun – alun. Jika itu jadi masala biar dicabut kembali ” ucapnya dari seberang telepon. (SB/wan)