Masjid Istiqlal Akan Terbuka untuk Nonmuslim?

Jakarta ~ Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Masjid Istiqlal 
ramah terhadap segala pendatang, baik muslim maupun nonmuslim. PKB setuju dengan Puan Maharani.

“Saya setuju dengan pernyataan Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani, karena sesungguhnya ketika Istiqlal dibangun, maka Istiqlal akan menjadi simbol bagi nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran dan juga ramah,” ujar Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq, kepada wartawan, Sabtu (13/3).

Maman mengatakan Masjid Istiqlal menjadi percontohan manajemen masjid yang baik. Istiqlal tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat untuk pembinaan umat dalam masalah aqidah, ibadah dan akhlak.

“Di sisi lain, Istiqlal pun terbuka kepada nonmuslim, tetapi tentu dengan aturan yang sangat relevan. Misalnya semua memakai pakaian yang Islami, menutup aurat, dan juga diberikan guide, ada penuntun yang menjelaskan bagaimana Istiqlal ini didesain oleh seorang arsitek Kristen dari Batak, dari Sumatera Utara, (Friedrich) Silaban,” terang Maman.

Selain itu, bagaimana Masjid Istiqlal berdiri berdampingan dengan Gereja Katedral juga bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Terutama toleransi beragama yang tampak ketika hari raya tiba.

“Saat Idul Fitri, kadang-kadang Istiqlal juga meminjam tempat parkir di Katedral dan sebaliknya, ketika Natal banyak sekali warga nonmuslim, Nasrani, yang parkir di Istiqlal. Inilah bentuk-bentuk perdamaian,” tutur anggota komisi VIII DPR RI itu.

“Sekali lagi saya setuju dengan pendapat Mbak Puan. Musuh bangsa ini bukan orang yang berbeda, tetapi musuh bangsa ini adalah kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan, dan itu ada dalam nafas penamaan Istiqlal oleh Bung Karno,” lanjutnya.

Sebelumnya, Puan Maharani berharap Masjid Itiqlal terbuka untuk semua umat beragama. Puan Maharani berharap Masjid Istiqlal menjadi wajah bagi umat nonmuslim mempelajari Islam Indonesia yang moderat dan cinta toleransi serta perdamaian.

“Tidak hanya umat Islam saja yang boleh datang ke Istiqlal. Semua umat beragama harus boleh datang ke istiqlal untuk melihat bahwa Indonesia punya masjid Indah dan terisi dengan kajian Islam yang moderat,” kata Puan.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar angkat bicara terkait penuturan Puan. Ia menegaskan Istiqlal terbuka terhadap nonmuslim sejak dahulu.

“Sebenarnya itu sudah terlaksana semenjak saya menjadi imam besar, 2016. Sebelum pandemi, itu ada 300 turis datang dalam sehari. Kami mencontoh Masjid Nabawi di Madinah, kan seperti itu juga,” kata Nasaruddin.
(dtf)