Konon 6.000 Terduga Teroris Belum Tertangkap

 
sentralberita | Jakarta ~ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengaku mendapatkan informasi bahwa ada 6.000 terduga teroris di Indonesia yang belum tertangkap.

Ia menduga ribuan terduga teroris itu bagian dari jaringan Jamaah Asharut Daulah (JAD).

“Konon masih ada 6.000 teroris yang belum ketangkap. Saya yakin ini merupakan jaringan dari Filipina Selatan, kemudian Poso, kemudian ke mana-mana. Ini jaringan JAD,” kata Said dalam sebuah seminar virtual, Rabu 31/3).

Menurut Said, kelompok JAD bisa lebih ekstrem ketimbang Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir. Sebab, JAD beranggapan, seluruh pihak yang berseberangan dengan mereka kafir.

“JAT Abu Bakar Baasyir itu yang disasar nonmuslim, gereja, nonmuslim yang harus dihabisin. Kalau JAD, kita semua halal darahnya,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Said juga menyesalkan peristiwa bom bunuh diri di depan Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Menurut dia, insiden itu menambah beban masyarakat di tengah pandemi virus corona yang sedang melanda Indonesia.

Menurutnya, insiden itu membuktikan bahwa saat ini bahaya laten terorisme masih mengancam Indonesia. Bahkan, Said menyebut bahaya terorisme lebih mengancam dibanding bahaya laten paham komunisme.

“Mohon maaf, saya berani mengatakan bukan PKI bahaya laten kita, tapi radikalisme dan terorisme yang selalu mengancam kita sekarang ini,” tuturnya.

Sebelumnya, kepolisian menangkap sejumlah terduga teroris pasca aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan total sudah ada 13 orang yang diamankan. Rinciannya, di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) lima orang, Jakarta-Bekasi empat orang dan Sulawesi Selatan empat orang.(cnn)