Geng Motor Mengganas di Medan, ABG Tewas Dibantai, Terkapar di Jalan SM Raja

 sentralberita | Medan ~ Muhammad Farhan Lubis (17) tewas setelah dibantai gerombolan genk Motor, yang melakukan konvoi di Jalan SM Raja, tepatnya di depan pabrik getah PT Asahan, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, dinihari kemarin sekira pukul 02.00 Wib.

Muhammad Farhan Lubis yang merupakan warga Jalan Garu 6 Gang Kakak Tua Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas Kota Medan mengalami luka robek dihantam benda keras berupa kayu balok di bagian kepala.

“Farhan sempat mendapatperawatan Medis, namun sekira Jam 15.00 Wib Muhammad Farhan Lubus menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Sejati Jalan AH Nasution Medan,”ujar Rian.

Rian menjelaskan, malam dini hari itu Farhan, dengan mengenderai 7 unit kereta bersama Reza, Dian Tama, Otoi, Bobi, Arya dan Madan. Dari Jalan Garu 7 mau jalan-jalan menuju arah ke Jalan Tanjung Morawa, namun sampai di Trakindo mereka balik arah menuju Simpang Amplas melintasi jalan Flyover.

Tak disangka, tiba-tiba saat turun dari jalan Flyover segerombolan pemuda sudah berkumpul yang diduga kuat Geng motor telah menunggu di sisi kiri dan kanan tepat di depan pabrik getah PT Asahan.

Mereka (Genk Motor) langsung mengejar dan menyerang dengan bermacam senjata, ada yang pakai batu dan kayu. Bahkan diduga mereka para Genk motor itu ada juga yang membawa sejata tajam.

“Puluhan gerombolan Genk motor itu melempari berteriak serang sambil melempari rombongan Almarhum Farhan dengan batu,” sebut Rian yang diamini beberapa orang teman Almarhun Farhan di rumah duka Senin (1/3/2021) sekira Jam 1.30.Wib
Selain itu Rian juga menjelaskan, sedangkan dini hari naas itu Almarhum Farhan berboncengan tiga bersama Dian dan Arya dengan mengenderai kereta Honda Supra X BK 4386 warga hitam merah. Saat itu Dian yang membawa kereta Almarhum Farhan ditengah dan Arya di belakang.

Bahkan kata Rian pas kejadian itu seorang dari puluhan Genk Motor itu berdiri ditengah jalan memegang kayu dan menghantam kan kayu kepada Dian.
Namun ketika itu Dian sempat mengelak dengan cara menunduk sembil berteriak Tunduk-Tunduk, memberi tau agar Almarhum Farhan dan Arya tunduk.

Naas hantaman kayu itu ternyata mengenai kepala Farhan, Dian dan Arya pun sempat panik. Syukurnya kereta yang dibawak oleh Dian tidak jatuh.

Mengetahui Farham terluka dan darah segar keluar dari kepala Almarhum Fahan, Dian bergegas tancap gas pergi meninggalkan pasukan geng motor itu.
“Dian yang mengemudi, Arya diboncengan memegang Farhan, melaju kencang membawa Farhan ke Klinik agar mendapatkan perawatan medis disekitar jalan Garu 6, tapi tak berhasil,”kata Yunus Lubis menimpali.

Selanjutnya Farhan dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati. Ketika ditanya kenapa tidak di larikan ke Rumah Sakit Mitra Medika yang lebih dekat, Rian dan kawan-kawan Almarhum menyebut kalau di depan Rumah Sakit Mitra Medika banyak kawanan Genk Motor yang masih berkumpul. Maka Almarhum Farhan kami dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati,”sebut Rian yang langsung di amini teman-teman Almarhum Farhan.

Rian dan teman-teman Almarhum Farhan serta Yunus Lubis, menjelaskan kalau Farhan dan anak-anak Gang Jalan Garu 6 Gang Kakak Tua, bukan anggota geng motor. Dan tidak pernah berurusan dengan siapa pun, dalam masalah apa pun.

Sementara itu, sejumlah wargaJalan Garu 6 Gang Kakak Tua dan sekitarnya mengungkapkan aksi geng motor yang konvoi dengan bawa senjata tajam di kawasan Jalan SM Raja umumnya di Kota Medan bukan yang pertama. Aksi mereka terus berulang, dan biasanya dilakukan pada malam Minggu atau malam-malam hari libur.

Kondisi itu membuat masyarakat menjadi resah.Sebab, anggota geng motor tersebut dalam jumlah banyak. Mereka konvoi bahkan tak segan-segan mengacungkan pedang sambil menggerung-gerungkan keretanya.

“Mereka seperti binatag buas yang kelaparan yang keluar dari hutan mencari mangsa,” tutur, warga Jalan Garu 6 Gang Kakak Tua.

Betapa tidak, para gerombolan Genk Motor (Gemot) tak pandang bulu menyerang siapa pun yang mereka lihat. Karenanya, ketika geng motor itu konvoi, warga memilih diam hanya melihat sebab takut jadi sasaran.

Menurut warga Kondisi ini tak boleh dibiarkan. “Karena ini terus berulang. Dan sudah banyak kejadian. Sudah banyak yang jadi korban keberingasan geng motor,” ucap warga.

Karenanya, warga berharap pihak kepolisian mengintensifkan patroli malam. “Sebagai sebuah solusi, kita selaku warga hanya bisa menyarankan dan kalau warga bertindak takutnya disalahkan pula,”bilang warga yang mengaku jengkel.

Keluarga Almarhum Farhan, Yunus Lubisdan warga juga berharap polisi dapat menangkap anggota geng motor yang terlibat hingga membuat Farhan meninggal dunia. Kita berharap polisi dapat menangkap anggota geng motor yang terlibat hingga membuat Farhan meninggal dunia,”kata Yunus Lubis dan warga saat melayat kerumah duka.

Ditempat terpisah Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza SH SIK MH melalui Kanit Reskrim Iptu Philip.A Purba SH MH saat dikonfirmasi menyebutkan, hingga kini pihak Kepolisian Polsek Patumbak masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa.

Dikatakan Iptu Philip, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini. Termasuk memeriksa saksi-saksi juga telah dilakukan.”Kita masih mendalami, mohon waktu dan do’anya ya,” jelasnya. (hc)