Ganti Untung Tak Kunjung Cair bagi Warga Terdampak Fly Over T.Morawa

sentralberita | Deliserdang ~ -Warga yang saat ini tinggal di sekitaran Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, masih menanti kejelasan pembangunan fly over atau jalan layang yang rencananya akan dibangun oleh Kementerian PUPR.

Meski pernah disosialisasikan jika pembangunan fly over akan dikerjakan 2022 mendatang, namun sampai sat ini warga belum mendapatkan kejelasan hitungan harga atas kerugian mereka.

Tercatat ada 61 Kepala Keluarga (KK) yang akan terkena dampak pembangunan fly over tersebut.

“Kita di sini semuanya menerima kok, karena bukan ganti rugi yang kita dapatkan, tapi ganti untung. Cuma sekarang persoalannya belum jelas kapan (pencairan). Harapannya secepatnyalah pembagian duit jadi nggak terkatung-katung. Kalau jadi bilang jadi, kalau nggak ya nggak,” ucap Raja Siregar (37) seorang warga yang bakal terdampak pembangunan fly over, dikutip Senin (8/3).

Raja Siregar sendiri adalah pengusaha yang menjual velg dan ban mobil. Ia mengaku sudah 15 tahun membuka usaha yang lokasinya tidak jauh dari pintu keluar tol Tanjung Morawa.

Ia menyebut untuk sementara tanahnya yang terkena dampak pembangunan sekitar 11 meter dari pinggir jalan.

“Ya kalau dibangun (fly over) jadi pendek tempat usahaku ini karena panjang tanahnya 55 meter ke belakang. Sampai sekarang belum ada keputusan kapan akan dibayar. Katanya mau pengukuran tapi belum tahu kapan,” kata Raja.

Warga lainnya yang terdampak fly over, juga mengungkapkan hal senada.

Mereka berharap ada kejelasan dari pemerintah terkait harga ganti untung. Pasalnya, warga yang terdampak juga harus mencari tempat pengganti.

Koran Barus misalnya, pria yang sudah berusia 64 tahun ini mengaku sudah 30 tahun berjualan ikan di lokasi tersebut.

Ia menuturkan, tidak mudah mencari lahan untuk tempat tinggal sekaligus tempat usaha.

“Kita kalau bisa minta cepat lah. Sekarang inikan seperti ikan kakap ikan mujair, banyak cakap tak cair-cair. Nggak ada masalah sama kita kalau ada pembangunan fly over di sini karena ganti untung. Persoalannya sekarang kalau bisa cepatlah,” kata Koran Barus.

Ia menambahkan, beberpaa waktu lalu pihaknya juga sudah pernah mengikuti pertemuan secara virtual terkait pembangunan fly over.

Namun, dalam pertemuan itu tidak ada dibahas terkait harga ganti utnung.

“Ada pertemuan-pertemuan melalui handpone (zoom) itu, yang ikut anak ku. Aku nggak ngerti apa-apa, anakku lah yang tahu. Belum ada bicara soal harga kalau itu,” kata Koran Barus.
(tc)