Dana Desa di Deliserdang Cair

sentralberita | Deliserdang ~ Sebanyak 380 desa di Kabupaten Deliserdang sudah menerima pencairan Dana Desa (DD). Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 besaran DD yang masuk ke rekening desa masing-masing pun baru hanya 8 persen dari jumlah alokasi DD.

Asisten I Pemkab Deliserdang, Citra Efendy Capah menyebut dana 8 persen itu untuk kebutuhan dalam satu tahun.

“Jadi desa jangan sampai salah bukan untuk sebulan itu tapi untuk satu tahun. 8 persen ini prioritas untuk Covid seperti bisa membelikannya masker atau handsanitezer. Minggu lalu serentak semua desa sudah menerima DD itu,” ujar Citra Efendy Capah, dikutip Rabu (31/3).

Pelaksana Tugas Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Deliserdang ini menambahkan besaran 8 persen untuk penanganan dan pencegahan Covid sesuai arahan dari Pemerintah Pusat.

Kemudian sisa DD juga masih akan tetap dipakai untuk keperluan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat. Besarannya untuk per Kepala Keluarga yang disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) Khusus sebesar Rp 300 ribu.

“Setelah untuk penanganan Covid dan BLT baru kemudian sisa DD itu untuk pembangunan fisik Padat Karya Tunai Desa. Pekerjanya memanfaatkan masyarakat setempat untuk juga memberikan pemulihan ekonomi. Kalau ada yang lain baru nanti untuk yang lain-lain. Pencairan dana desa itu tetap ada tahap-tahapnya jadi tidak sekaligus langsung keluar semua,” kata Citra.

Mengenai BLT lanjut Citra, desa pun dipinta untuk kembali melakukan Musdes Khusus kembali. Menurutnya bisa saja orang-orang yang tahun lalu sudah menerima BLT kehidupannya ekonominya sudah berbeda dengan yang sekarang. Selain itu bisa kemungkinan sudah meninggal ataupun pindah.

Kepala Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Sumardi mengaku berbagai hal yang akan dilakukan oleh pihaknya setelah menerima pencairan dana desa 8 persen. Selain ingin membeli disinfektan mereka juga akan membeli alat pengukur suhu tubuh. Dianggap ini sangat penting karena bisa dipergunakan untuk banyak keperluan.

“Kalau desa kita terima DD Rp 800 juta setahun. Ya 8 persennya itulah yang untuk covid-covid ini dan sudah cair. Ya nanti kita buatkan juga tempat cuci tangan, kita beli juga disenfektan sama alat pengukur suhu tubuh. Kalau ada yang pesta nanti bisa kita fasilitasi untuk dikasih pinjam. Selain itu karena ini mau puasa di masjid dan mushola juga akan kita kasih,” kata Sumardi.

Sumardi menyebut kegiatan pembangunan di desa karena kondisi masih dalam situasi pandemi tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Dijelaskan kalau di desanya juga sudah dilakukan Musyawarah APBDes. Saat ini tinggal melengkapi berkas agar bisa diajukan ke PMD untuk dapat mencairkan sisa DD.(tc)