Alumni Kartu Prakerja DiJatah KUR Maksimal Rp10 Juta

sentralberita | Jakarta ~ Pemerintah akan memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pagu kredit sebesar Rp4 juta-Rp10 juta kepada alumni program Kartu Prakerja. Pinjaman akan disalurkan melalui bank-bank mitra pemerintah yang selama ini sudah menyalurkan KUR.

“Program KUR dalam hal ini bisa digunakan untuk menaikkan skala usaha mereka ke depan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin seperti dikutip dari keterangannya, Selasa (9/3).

Untuk menikmati fasilitas ini, alumni Kartu Prakerja harus harus memenuhi beberapa syarat.

Pertama, alumni Kartu Prakerja yang menjadi wirausaha tidak bekerja di pekerjaan lain yang sudah tetap.

Kedua, alumni Kartu Prakerja yang menjadi wirausaha merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sementara untuk syarat dan prosedur lainnya belum dijelaskan oleh pemerintah. Namun ada beberapa syarat umum pada program KUR Super Mikro.

Pertama, usaha yang dijalankan alumni berskala mikro. Kedua, usaha boleh berdurasi singkat. Ketiga, belum pernah menerima KUR.

Rudy menyatakan pemerintah berharap integrasi ini nantinya bisa menumbuhkan jumlah wirausaha di dalam negeri.

Targetnya, pertumbuhan wirausaha baru mencapai 4 persen pada 2024 dan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,9 persen dengan kebijakan itu.

Ia menambahkan KUR juga diberikan karena hasil survei Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja mencatat ada kurang lebih 19.500 ribu orang dari 5,98 juta peserta program Kartu Prakerja dari gelombang 1-11 yang kini menjadi wirausaha.

Data lain mencatat sekitar 35 persen alumni Kartu Prakerja yang dulunya tidak bekerja, kini 17 persennya bekerja menjadi wirausaha.

Untuk itu, pemerintah ingin memberikan fasilitas KUR bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tapi juga naik kelas ke pengusaha menengah hingga atas.(cnn)