PTPN II Giling Perdana Tebu, Hasilkan Gula 197 Ton/Hari

sentralberita | Langkat ~ PTPN II kembali melaksanakan penggilingan perdana tebu di Pabrik Gula Kepala Madu (PGKM) tahun 2020-2021 di areal pabrik Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.    Peresmian giling perdana tebu itu Rabu (3/2/2021) dihadiri Direktur PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) Irwan Perangin-Angin, Komisaris Utama Amri Siregar, Komisaris Independen Bambang Setia Hidayat, SEVP Busssiness Support Sahriadi Siregar dan SEVP Operational RM Mulianta Sitepu. Kemudian Kabag Kesekretariatan Perusahaan Kennedy Sibarani, Kasubag Humas Sutan Panjaitan, Ketua Serikat Pekerja PTPN II Tri Wahyudi dan jajaran pengurus, para manager kebun tebu serta manajemen PGKM.    Direktur PTPN II Irwan Perangin-Angin mengatakan kapasitas giling PGKM pada tahun ini sebesar 3.200 ton tebu per hari, dengan perolehan gula sebanyak 197 ton (rendemen 6,16 persen). “Dengan persiapan yang telah dilaksanakan, termasuk efesiensi beberapa peralatan, target yang dicanangkan dalam RKAP dapat tercapai,” katanya.     Irwan mengungkapkan, waktu yang ditunggu-tunggu telah sampai pada hari ini. Yakni kegiatan giling perdana setelah pada 1 Pebruari 2021 yang lalu sudah dilakukan penebangan tebu perdana.


   Irwan meminta kepada seluruh manager kebun tebu dan manager pabrik gula untuk melakukan kolaborasi atau kerja sama yang baik. Hal itu agar sasaran PTPN II untuk mencapai produktifitas 65 ton per hektar dan rendemen 6,2 persen bisa dicapai.


   Saat ini, katanya, teknologi sudah begitu maju dan berkembang dengan pesat. Karena itu diminta kepada para manager kebun dan manager pabrik untuk menggunakan teknologi dalam memantau secara real time kondisi yang berlangsung, baik di kebun maupun di pabrik gula.
    Salah satu contoh, bagaimana para manager bisa menggunakan gadget atau smartphone menjadi sumber informasi yang akurat mengenai kondisi lingkungan tempatnya bekerja.


    Irwan juga meminta kepadta para manager untuk memuji para pekerja pada saat kebun menghasilkan kualitas tebu yang baik. Tebu yang matang, bersih dan segar. Dan informasikan pula apabila ada kebun yang masih memberikan hasil tebu dengan kualitas kurang baik.
    “Pada hari ini tidak lagi saatnya PTPN II untuk saling menghujat dan menyalahkan. Namun bagaimana setiap bagian dapat bersinergi dan berkolaborasi,” tegas Irwan.


    Hal itu karena pada akhirnya yang menjadi tuntutan bukan hanya produktifitas, tetapi berapa banyak gula kristal yang akan dihasilkan dari giling yang dilakukan pada 2021.    “PTPN II banyak menggantungkan harapan pada tahun ini, salah satunya pada kinerja pertanaman tebu,” ungkapnya.


    Selama ini PTPN II selalu menjadi “followers” atau pengikut dan mulai tahun ini Irwan ingin kepada jajarannya untuk mengubah perusahaan mampu menjadi yang terdepan di sektor perkebunan. PTPN II diharapkan dapat menjadi yang terbaik dalam menghasilkan raw sugar pada tahun ini dengan capain rendemen minimal 6,2 persen.


    “Sepanjang 10 tahun terakhir PTPN II belum pernah mampu mencapai rendemen sebesar itu. Sehingga bila pada tahun ini dapat mencapainya maka akan menjadi sejarah baru bagi perusahaan,” kata Irwan.


   Ia memastikan PTPN II belum terlambat untuk memulai mencapai target 2021. Bahkan dari hasil observasi, kualitas tebu yang dihasilkan pada musim tanam ini lebih baik dari sebelumnya.    Pada tahun ini juga, lanjutnya, PTPN II menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan perkebunan (LPP) yang menghadirkan 56 orang mahasiswa semester akhir. Kerja sama ini bertujuan memberikan dukungan dalam pengawasan mutu.   

Bila pengawasan mutu dapat ditingkatkan Irwan yakin target 65 ton tebu per haktar dapat diraih. Bukan hanya LPP, untuk ikut mendukung memonitor mutu PTPN II juga membentuk tim khusus. Tim ini juga akan terlibat dalam mengawasi mutu dan restant tebu di kebun.   

 Pada tahun lalu, Irwan sempat melihat adanya tebu yang belum diangkut dan tergeletak di tanah hingga tiga hari, setelah dipanen. Padahal kondisi itu dapat mengakibatkan penurunan kualitas secara drastis dan akan menghasilkan angka rendemen yang jauh dari harapan.   Karena itu dia ingin agar para manajer berkomitmen tidak ada lagi tebu yang belum diangkut lebih dari 24 jam setelah dipotong. Dia optimistis dengan berbagai komitmen tersebut didukung lagi dengan cuaca yang baik saat ini, target produksi pada 2021 akan tercapai.


    Manager PGKM PT Perkebunan Nusantara II Lukman Nul Hakim Harahap mengungkapkan, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), pada tanggal 3 Februari 2021 PGKM memulai proses giling tebu dalam Tahun Giling 2020-2021.


     Lukman juga menyampaikan pada tanggal 1 Februari 2021 lalu PGKM melaksanakan apel bersama, mulai dari pimpinan, karyawan maupun pegawai kontrak. Apel itu digelar guna menegaskan komitmen mereka untuk membangkitkan PGKM dan membangun kejayaan PTPN II.   

Komitmen itu dilaksanakan dengan berlandaskan kecintaan, kejujuran dan keikhlasan terhadap perusahaan. Dengan landasan itu mereka yakin Tuhan YME akan memberkati segala upaya untuk mewujudkan apa yang ditargetkan. (Wie/ras)