PGN Donasi Bantuan Korban Banjir Bekasi dan Karawang

  sentralberita | Medan ~ Musibah banjir beberapa waktu terakhir melanda sebagian besar wilayah Indonesia akibat curah hujan yang tinggi, khususnya di Jawa Barat. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Babelan, Bekasi dan Kecamatan Rengasdenglok, Karawang pada Kamis, (11/2/2021). 

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam siaran persnya diterima Senin (15/2/2021) menyampaikan bahwa bantuan diserahkan melalui Posko Relawan berupa selimut, tikar, makanan siap saji, obat-obatan, dan sejumlah uang tunai dengan tetap menerapkan protokol COVID-19. 

   Bekasi dan Karawang merupakan wilayah operasi PGN di mana terdapat infrastruktur gas bumi PGN Group yaitu Stasiun Muara Bekasi, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan Bekasi dan Kecamatan Rangkasdengklok, Karawang. 

Banjir di wilayah Kecamatan Babelan terjadi di empat desa yakni Pantai Urip, Hurip Jaya, Babelan kota, dan Buni Resik. Lebih dari 1.000 KK terdampak. Sedangkan banjir di Kecamatan Rengasdengklok Karawang, berdampak pada sekitar 620 KK di 5 desa yaitu Rengasdengklok Utara, Rengasdengklok Selatan, Kertasari, Kalangsari, dan Karyasari.

“Masyarakat yang berada di wilayah operasi merupakan bagian dari prioritas PGN. Oleh karena itu, menjadi perhatian PGN untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak banjir,” ujar Rachmat.

PGN juga menyerahkan bantuan di Kecamatan Muara Gembong Bekasi pada Jumat, (12/02/2021). Ketinggian banjir di wilayah tersebut sempat hampir mencapai 2 meter dan akses untuk ke lokasi harus memakai perahu karet. Dikarenakan kondisi banjir yang masih tinggi, bantuan sementara diserahkan di posko relawan yang keberadaannya jauh dari lokasi banjir.

“Semoga energi baik PGN dapat membantu meringankan masyarakat terdampak dan diharapkan bantuannya tepat manfaat. Kami turut prihatin dengan musibah ini, semoga para korban diberikan kesabaran serta Kesehatan, mengingat saat ini juga masih kondisi pandemi,” tutup Rachmat. (wie/red)