Penyelesaian Jembatan Sambung Sumatera dan Samosir Disorot

sentralberita | Jakarta ~ Pemerintah
sudah memulai pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol sepanjang 294 meter yang akan menyambungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera. Pembangunan dilakukan oleh Kementerian PUPR yang telah dimulai sejak akhir 2020.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya ke Danau Toba dan Pulau Samosir meninjau proyek tersebut. Luhut mengatakan, pembangunan jembatan itu membutuhkan waktu 17 bulan atau 1 tahun 5 bulan.

“Pembangunan jembatan di Tano Ponggol sudah berjalan lancar. Tinggal dijalankan dan akan selesai dalam waktu 17 bulan kerja sesuai dengan laporan Bupati Samosir yang sudah disampaikan ke saya,” ungkap Luhut dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Minggu (14/2).

Sebelum tiba di Pulau Samosir dan meninjau proyek Jembatan Aek Tano Ponggol, Luhut sempat meninjau proyek co-working space untuk UMKM di Dolok Sipiak.

“Co-working space ini akan jadi pusat bagi UMKM berkumpul dan menjadi poros roda perputaran ekonomi setempat. Di sini kita juga memajukan budaya yang ada karena dapat dipergunakan pula sebagai tempat latihan kesenian masyarakat,” jelas Luhut.

Dolok Sipiak merupakan kawasan wisata di Danau Toba telah dibangun sejak tahun 2018. Tak hanya jadi co-working space, Dolok Sipiak juga akan dijadikan sebagai tempat beraktivitas dan berkreasi bagi masyarakat setempat atau creative hub.

Ia juga sempat mengunjungi Dermaga Porsea untuk melihat progres pembangunan galangan kapal. Di Dermaga itu, ada 2 unit Bus Air yang akan segera beroperasi.

“Saya akan tinjau beberapa lokasi yang ada di sini, saya ingin lihat perkembangan keseluruhan dari kesiapan Toba sebagai salah satu DPSP (Destinasi Pariwisata Super Prioritas),” tutur dia.

Selain itu, Luhut juga mengunjungi SMKN 3 Balige, yang memiliki Kejuruan Pariwisata. SMKN ini diharapkan mampu mencetak SDM lokal yang unggul dalam bidang pariwisata untuk mendukung dan pengembangan DPSP Danau Toba. Tak lupa juga dengan kunjungannya ke Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta. Di kedua desa wisata tersebut, telah diselesaikan pembangunan toiletoleh Pertamina.

Ia berharap, jika semua fasilitas penunjang DPSP Danau Toba sudah selesai dibangun dapat memberikan manfaat signifikan bagi warga setempat.

“Begitu banyak potensi wisata yang ada di Toba. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat disini mampu menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara,” tutup dia. (dtf/red/