Pemerintah Lanjutkan Program Sejuta Rumah

sentralberita | Jakarta ~ Pemerintah melalui Kementerian PUPR 
memutuskan melanjutkan program sejuta rumah pada tahun ini. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan kelanjutan program sejalan dengan kebiasaan baru masyarakat untuk beraktivitas di rumah di tengah pandemi covid-19.

“Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan dan berjalan di tahun 2021,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2).

Khalawi juga mengklaim telah menyusun sejumlah kebijakan dan strategi untuk melaksanakan program Sejuta Rumah hingga 2024 mendatang.

Salah satunya, penyediaan rumah layak huni secara kolaboratif. “Kami tentunya tidak bisa melaksanakan program ini sendiri, perlu dukungan pemerintah daerah, pengembang, perbankan, kementerian/lembaga, sektor swasta dan masyarakat,” kata Khalawi.

Strategi lainnya adalah menyiapkan sistem regulasi yang harmonis, memanfaatkan teknologi dan meningkatkan koordinasi untuk mendukung kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk implementasi skema penyediaan perumahan yang inovatif.

Kementerian PUPR juga telah membentuk 19 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) serta Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami juga berharap pemerintah daerah dapat memiliki perencanaan dan pendataan terhadap rumah-rumah masyarakat yang tidak layak huni untuk diajukan kepada kami melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU),” ungkapnya.

Sebagai informasi, program Sejuta Rumah merupakan salah satu program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 29 April 2015.

Dari tahun ke tahun capaian program tersebut mengalami peningkatan, yakni dari membangun 699.770 unit rumah pada 2015, menjadi805.169 unit rumah pada 2016.

Kemudian, pada 2017, capaian program kembali meningkat dengan terbangunnya 904.758 unit rumah. Selanjutnya capaian itu meningkat lagi menjadi 1.132.621 unit pada 2018 dan sebanyak 1.257.852 unit pada 2019.

Meski demikian, realisasi program tersebut merosot pada 2020 karena terdampak covid-19. Kementerian PUPR mencatat rumah yang berhasil terbangun hingga 31 Desember 2020 hanya sebanyak 965.217 unit.

Lebih rinci, capaian program Sejuta Rumah sebanyak 965.217 unit itu terdiri dari pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 772.324 unit dan rumah untuk non-MBR sebanyak 192.893 unit. (cnn/ras)