Libur Imlek, Pariwisata Masih Sepi

sentralberita | Jakarta ~ Bisnis pariwisata Asia dipastikan babak belur karena pandemi COVID-19. Kebijakan pembatasan dan masih adanya larangan penerbangan sejumlah negara membuat sektor pariwisata terdampak paling parah.

Pembatasan penerbangan telah memukul industri penerbangan di Australia, pemandu wisata di Bali, hingga kelompok barongsai di Malaysia. Biasanya, ketiga sektor industri ini sangat cuan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

Perayaan Tahun Baru Imlek kali ini membuat banyak masyarakat berdiam diri di rumah lantaran masih pandemi COVID-19. Rencana liburan pun tidak dapat direalisasikan.

“Dalam 10 bulan terakhir, tidak ada pemasukan karena tidak ada pengunjung,” kata Effendy, salah satu pemandu wisata di Bali dikutip dari Reuters, Jumat (12/2).

Dia menceritakan, biasanya turis asal China, Hong Kong, dan Taiwan ramai menyambangi Bali pada liburan Tahun Baru Imlek. Wisatawan mancanegara ini tertarik untuk melihat patung Garuda Wisnu Kencana.

Selain di Indonesia, minimnya kunjungan turis juga dirasakan di Bangkok. Berdasarkan survei yang dilakukan, telah terjadi penurunan pengeluaran pada Tahun Baru Imlek kali ini. Penurunannya pun terdalam sejak 13 tahun yang lalu.

Pemilik bengkel, Kraisak Kulkatsprasert mengatakan ada ratusan bentor, bus wisata, dan tuk-tuk yang terparkir penuh debu. Hal itu menyusul sepinya angka sewa kendaraan untuk kepentingan pariwisata.

“Saya memantau situasi selama satu tahun, jika tidak membaik saya harus menutupnya,” kata Kraisak.

Di Malaysia, bisnis pertunjukan barongsai tidak dapat menjalankan usahanya lantaran adanya larangan pertunjukan dari pemerintah.

“Kami sangat terpengaruh, pendapatan utama kami berasal dari Tahun Baru Imlek, yang membantu menutupi pengeluaran kami untuk tahun ini, kata Lim Wei Khang, wakil kelompok tari Kun Seng Keng.

Begitu juga dengan Australia, biasanya banyak turis yang menuju Blue Mountains pada saat libur Tahun Baru Imlek. Sepinya pengunjung pun dikeluhkan oleh operator kereta gantung di wilayah pariwisata.

“Biasanya, Tahun Baru Imlek kami akan benar-benar ramai dengan semua pengunjung kami yang menyenangkan dari seluruh Asia,” kata Anthea Hammon, Kepala eksekutif Scenic World. (dtf/red)