Insentif Covid Ditunggak 8 Bulan, Nakes RSU Pirngadi Demo

sentralberita | Medan ~ Sejumlah tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan, Sumatera Utara, menggelar unjuk rasa, Rabu, menuntut manajemen rumah sakit memberikan dana insentif penanganan COVID-19 yang tak kunjung dibayar sejak Mei 2020.


 Dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap, para tenaga kesehatan itu mengelilingi seluruh sarana RSUD Pirngadi Medan, sambil membawa kertas yang bertuliskan “tolong bayar gaji COVID-19”.
 “Kami hanya meminta hak kami,” kata salah seorang nakes Boala Zendrato.


 Ia mengatakan bahwa selama ini para tenaga kesehatan tersebut telah menjalani tugas sesuai yang diperintahkan, namun, selama berbulan-bulan insentif tersebut tidak kunjung dibayarkan.


“Insentif kami hanya dibayar pada bulan Maret dan April 2020. Selanjutnya dari Bulan Mei hingga saat ini hak kami tidak pernah dibayar,” jelasnya.


Meskipun begitu, kata Buala mereka tetap tidak mau meninggalkan pasien corona, lantaran masih punya rasa kemanusiaan.“(Tapi) Ini sudah kelewat batas, kami punya harga diri dan kami punya prikamanusiaaan kepada pasien-pasien kami,’’ ujarnya.


Buala juga menyayangkan mengapa insentif di Kota Medan belum dicairkan, sementara di daerah lain sudah terealisasi.“Sementara di daerah lubuk pakam (Deli Serdang), sudah cair di bulan 11. Kenapa di Kota Medan ini, masih kalah dengan Deli Serdang,” ujarnya


Padahal kata dia, para Nekes relameninggalkan keluarga demi pasien COVID-19“Sampai hari ini meraka memperlakukan


seperti ini. Sementara kami melawan virus yang sangat berbahaya sangat mematikan sampai kami mengorbankan anak kami. Kami tinggalkan selama bekerja,”tandasnya.


Buala juga menceritakan, sejauh ini insentif 2 bulan, yang mereka terima berjumlah Rp11.600.000. Sedangkan yang mereka ketahui harusnya perbulannya Rp7.500.0000.“ (insentif) Resmi dari kementrian dari presiden itu Rp7.500.000, itulah. (dibayar) Dari terhitung dari bulan 4 sudah dibayar dan sisanya 8 bulan tidak clear,”ujarnya.


Sejauh ini kata Buala saat Nakes menagih ke rumah sakit selalu di suruh bersabar.“Hanya menjanjikan bulan depan, (lalu) sabar. Manusia itu punya batas kesabaran siapapun itu, apalagi kita manusia,’’ pungkasnya.


 Begitu juga yang disampaikan nakes lainnya, Erfina Pakpahan mengaku hanya selalu dijanjikan oleh rumah sakit terkait insentif COVID-19 tersebut. Namun, sampai saat ini hal itu tidak pernah terealisasi.
 “Hanya dijanjikan terus, kita tidak tau sampai kapan,” ujarnya.


 Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis RSUD dr Pirngadi Medan dr Risma menyebut pihaknya tidak mengetahui kendala terkait pencairan insentif para nakes ini.


 Dia mengaku sejak Mei sampai Desember 2020 insentif tersebut belum cair.
 “Kemarin itu memang sudah dijanjikan dinas kalau insentif bulan Mei sampai Desember akan dibayar di bulan Februari 2021. Tapi sampai sekarang belum ada pembayaran. Kita tidak tahu apa kendalanya, tanya ke sana lah,” katanya. (mc/red)