Hindari Swab Anal, Pilih Tak Mudik Imlek

sentralberita | Jakarta ~ Pandemi COVID-19 membuat banyak warga China memilih diam di rumah saat liburan tahun baru Imlek. Terlebih, setelah otoritas setempat memperkenalkan anal swab sebagai pilihan metode mendeteksi virus Corona.

Sebuah jajak pendapat di Weibo, salah satu platform media sosial terpopuler di China, menunjukkan 80 persen netizen tidak bisa menerima anal swab sebagai metode tes Corona. Mereka memilih tidak liburan daripada harus menjalani tes tersebut.

“Semua orang yang terlibat akan merasa malu,”kata seorang pengguna Weibom dikutip dari Taiwanenglishnews.

“Tidak bahaya sih, tapi ini sangat melecehkan,” tulis pengguna yang lain, seperti dilaporkan News Talk.

“Setelah melihat poster resmi, saya pilih tidak pulang kampung untuk tahun baru,” tulis yang lain.

Tradisi pulang kampung saat tahun baru Imlek berpotensi memicu mobilitas manusia dalam jumlah besar. Beberapa kalangan menyebutnya migrasi tahunan terbesar di dunia.

Pemerintah China khawatir, satu saja kasus yang tidak terdeteksi akan memicu kasus ‘super-spreader’ atau penularan ke banyak orang dari satu sumber. Karenanya, pemerintah menyetujui penggunaan metode anal swab test untuk meningkatkan screening.

“Jika kita tambahkan anal swab test, ini bisa meningkatkan identifikasi pasien yang terinfeksi,” kata Li Tongzeng dari You’an Hospital di Beijing, kepada China Central Television.

Anal swab test dilakukan dengan memasukkan stick sepanjang 3-5 cm dengan ujung kapas ke dalam dubur, lalu diputar beberapa kali untuk mendapatkan sampel. Hasil swab lalu dimasukkan dalam tempat khusus untuk diperiksa dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). (dts/ras)