Harga Ayam Anjlok

sentralberita | Jakarta ~ Peternak ayam mencatat harga ayam anjlok di akhir Januari 2021. Berdasarkan catatan asosiasi peternak yang tergabung dalam Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) dan Gopan (Gabungan Organisasi Peternak Ayam), saat ini harga ayam menyentuh Rp 15.000 per kilogram (kg).

Angka tersebut di bawah harga pokok produksi (HPP) sekitar Rp 18.000-Rp 20.000 per kg. Sekretaris Jenderal Gopan, Sugeng Wahyudi, mengatakan penurunan harga ayam hidup yang drastis ini mengguncang usaha budidaya peternak mandiri.

“Ini sangat berat dan kami tidak ingin hal serupa kerugian selama 2 tahun terakhir terulang di tahun 2021,” katanya melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip, Selasa (2/2).

Selain merugi, kini peternak ayam mandiri merasa terbebani dengan harga bibit ayam DOC atau anak ayam usia satu hari seharga Rp 7.000 per ekor. Adapun berdasarkan regulasi Kementerian Perdagangan, harga bibit ayam dipatok Rp 5.000-Rp 6.000 per ekor.

Belum selesai sampai di situ, kondisi harga pakan turut mengalami kenaikan menjadi Rp 7.000-Rp 7.500 per kg. “(Ini) membuat beban produksi peternak mandiri semakin berat,” tuturnya.

Sugeng menuturkan jika kondisi seperti ini tidak ada solusinya, maka keberadaan peternak mandiri terancam punah. Adapun pada dua tahun lalu, peternak mandiri sebanyak 20 persen dari total produksi nasional.

“Ini sungguh ironi, tiba-tiba peternak mandiri hilang dari usaha perunggasan nasional,” katanya.

Dengan demikian, kedua asosiasi Pinsar dan Gopan sepakat untuk mengupayakan perbaikan harga pada level Rp 19.000-Rp 21.000 per kg.

“Sama mengevaluasi dan mencari solusi agar harga jual ayam hidup membaik dan menuju harga referensi pemerintah. Selain itu kami juga berupaya melalui rapat koordinasi perunggasan nasional tersebut harga – harga sapronak (DOC dan pakan) juga bisa menyesuaikan harga referensi pemerintah. Jika ini bisa terwujud setidaknya dapat menekan harga HPP dan produksi ayam nasional semakin kompetitif” ungkap Sugeng. (kc/ras)