Boeing 777 di Dunia Dikandangkan, Indonesia Bagaimana….????

sentralberita | Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih belum memutuskan untuk melakukan 
grounded terhadap pesawat Boeing 777 di Indonesia meskipun sudah ada insiden kerusakan mesin yang dialami pesawat sejenis yang dioperasikan United Airlines di Denver, Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan hingga saat ini kementerian masih terus memonitor perkembangan lebih lanjut terkait rekomendasi dari Boeing untuk tidak menerbangkan pesawat tersebut.

“Sampai saat ini Kemenhub terus memonitor kejadian ini dan belum ada langkah grounded terhadap pesawat Boeing 777,” ucapnya saat dikonfirmasi Selasa (23/2).

Adita menjelaskan saat ini Garuda Indonesia adalah satu-satunya operator yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut. Namun tipe pesawat yang digunakan berbeda dengan milik United Airlines.

“Perlu diketahui bahwa mesin yang dipakai di US dan di Indonesia (Garuda) berbeda. Di sana Boeing 777-200 sedangkan di Indonesia Boeing 777-300ER. Kami terus melakukan koordinasi dan monitoring intensif dengan Garuda Indonesia,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra meyakini Boeing 777 yang dioperasikan maskapainya aman lantaran memakai mesin dari General Electric (GE).

“Beda dengan United Airlines, Kami pakai (mesin) GE. Aman Insyaallah,” ucapnya.

Garuda Indonesia sendiri memiliki 10 unit Boeing 777-300ER yang memiliki jarak tempuh maksimal 14.492 km dengan kecepatan maksimum 930 km per jam. Pesawat dengan rentang sayap 64,8 meter ini sanggup membawa 8 traveler di First Class, 38 orang di kelas eksekutif dan 268 orang di kelas ekonomi.

Seperti diketahui, Boeing merekomendasikan maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk menghentikan sementara (grounded) penggunaan pesawat Boeing 777. Keputusan itu dilakukan menyusul pendaratan darurat pesawat Boeing 777-200 milik maskapai United Airlines di Bandara Internasional Denver, Amerika Serikat pada Sabtu (20/2).

Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) sebelumnya mengumumkan akan melakukan inspeksi lanjutan terhadap pesawat Boeing 777 dengan mesin seri Pratt & Whitney PW4000.

Itu dilakukan setelah terjadi kerusakan mesin dalam penerbangan United Airlines.

Menyusul pengumuman tersebut, Jepang memutuskan untuk ikut mengandangkan sementara pesawat Boeing 777 yang digunakan maskapai Japan Airlines (JAL) sebanyak 19 armada dan 13 armada milik ANA Airlines.

Insiden terkait Boeing 777 juga sempat dialami Jepang saat penerbangan JAL dari Bandara Naha ke Tokyo pada 4 Desember 2020 lalu. Pesawat harus kembali setelah ada kerusakan pada mesin kiri.

Badan Keselamatan Transportasi Jepang mengatakan bahwa mereka telah menemukan dua bilah kipas mesin kiri rusak, satu diantaranya patah. Proses investigasi hingga saat ini masih berlangsung. (cnn/red)