Awal 2021 Diwarnai 3 Kasus Anak Gugat dan Polisikan Orang Tua Disorot

sentralberita | Jakarta ~  Kasus anak 
menggugat orangtua di Indonesia menjadi sorotan. Pada awal 2021, tercatat ada tiga kasus anak menggugat orang tua dengan pemicu yang dinilai akan tuntas secara musyawarah, yaitu di Bandung, Demak dan Semarang.

Untuk kasus di Kota Bandung, yaitu seorang anak kandung menggugat ayahnya berusia 85 tahun dengan gugatan Rp3 miliar, gara – gara sewa lahan yang tak ingin diperpanjang. Namun, kasus tersebut berakhir damai tanpa syarat.

Untuk kasus di Demak, di mana seorang anak perempuan mempolisikan ibunya hingga dipenjara dengan dalih melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan berhasil damai. Sedangkan, di Salatiga, kasus gugatan dilakukan seorang anak kepada ibu gara – gara status kepemilikan mobil fortuner dan berhasil didamaikan.

Anggota DPR RI dari fraksi Golkar, Dedi Mulyadi mengaku bersyukur ikut berperan dalam proses mendamaikan tiga kasus gugatan tersebut. Dedi menilai, permasalahan keluarga yang berujung proses hukum harus menjadi perhatian pemerintah untuk ikut serta. Pasalnya, lanjut Dedi, ketika figur orangtua digugat oleh anaknya dan dibiarkan. Mampu menjadi pengaruh buruk bagi warga dan berpotensi kuat untuk ditiru oleh anak – anak yang dihadapkan dengan masalah keluarga.

“Orang Indonesia itu memiliki satu kelebihan, yakni perasaannya kuat. Pada akhirnya sebuah konflik akan damai karena ada hati di situ. Karena punya hati, saya selalu berkeyakinan bahwa setiap konflik ibu dan anak atau ayah dengan anak pasti berakhir damai. Cuma jalannya berliku,” ujar Dedi, Kamis (11/2).

Dedi berharap, tiga kasus tersebut tidak menular kepada anak – anak di Indonesia agar tidak mempunyai keberanian menggugat orang tua. “Bisa dikatakan hattrick, hehe. Tapi semoga tidak ada lagi kasus anak gugat orangtua,” terang mantan Bupati Purwakarta dua periode ini. (vv/red)