Utang Luar Negeri Indonesia Nyaris Rp6 Ribu Triliun 

sentralberita | Jakarta ~Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir November mencapai US$ 416,6 miliar atau sekitar Rp 5.832,4 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000.


Bank Indonesia (BI), Sabtu (16/1) menyebut angka ini tumbuh lebih tinggi yakni 3,9% dibandingkan periode bulan sebelumnya 3,3%. ULN ini terdiri dari publik dan swasta.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan ULN publik Pemerintah dan Bank Sentral sebesar US$ 206,5 miliar atau sebesar Rp 2.891 triliun dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 210,1 miliar atau sebesar Rp 2.941 triliun.

Ini sebabkan oleh peningkatan penarikan neto ULN pemerintah. Selain itu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai Utang luar negeri berdenominasi rupiah,” ujar Erwin dalam keterangan resmi BI, Jumat (15/1/2021).

Untuk ULN pemerintah pada akhir November 2020 sebesar US$ 203,7 miliar atau tumbuh 2,5%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2020 sebesar 0,3%. (dtf/ras)