Sarang Burung Walet Andalan Ekspor, Raup Rp 28,9 T Saat Pandemi




sentralberita | Jakarta ~ Ekspor sarang burung walet terus menunjukkan peningkatan signifikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan rumah dari burung walet atau Collocalia sp ini dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan dan banyak dihasilkan di pulau Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi.



“Ini adalah anugerah dari Tuhan untuk kita, tanpa perawatan khusus, walet memberikan sumbangan devisa negara dan pendapatan bagi petani, ” kata Syahrul dalam keterangannya, Senin (18/1/2021).



Dari data pada IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan) tercatat bahwa selama masa pandemi COVID-19 saja, di tahun 2020 jumlah ekspor sarang burung walet tercatat sebanyak 1.155 ton dengan nilai Rp 28,9 triliun.



Jumlah itu meningkat 2,13% dari pencapaian di tahun 2019 yang hanya sebanyak 1.131 ton atau senilai Rp. 28,3 triliun. Sarang burung walet dapat hidup baik dengan ekosistem yang terjaga, mulai dari hutan, laut dan sungai sebagai penghasil pakan walet alami.



Saat ini, sarang burung walet yang diperdagangkan merupakan komoditas binaan dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). Di sisi lain, melalui Barantan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap 23 eksportir sarang burung walet.



Syahrul menjelaskan China menjadi importir terbesar sarang burung walet lokwl. Tercatat sebanyak 262 ton atau 23% dari total ekspor sarang burung walet dikirim menuju China



“Sebagai pengekspor sarang burung walet terbesar di dunia, para pelaku usaha banyak menyasar pasar China karena harga jual yang lebih tinggi dibandingkan negara tujuan lain, yakni antara Rp 25-40 juta per kg,” pungkas Syahrul.



Kepala Barantan Ali Jamil menyampaikan bahwa selain China, ada 23 negara tujuan ekspor lain untuk komoditas sarang burung walet. Negara tersebut mulai dari Australia, USA, Kanada, Hongkong, Singapura, hingga Afrika Selatan.



“Setiap negara tujuan memiliki protokol ekspor (sarang burung walet) masing-masing dan kami selaku otoritas karantina mengawal persyaratan teknisnya, ” kata Jamil.(dtf/ras)