Royco Baru Dengan Garam Beriodium

Tantri Syalindri Ichlasari penyanyi dan ibu dua anak, dan Chef Norman Ismail sedang demo masak dengan tambahan Royco di Jakarta pada acara virtualvirtual Senin (25/1/2021).

sentralberita|Medan~Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional, Royco meluncurkan inovasi terbarunya, Royco dengan Garam Beriodium. Produk ini menjawab kebutuhan para orang tua untuk menyajikan aneka hidangan lezat bernutrisi guna #BantuTumbuhSesuai perkembangan anak, sekaligus mencegah terjadinya hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.

Hari ini Royco juga berbagi tentang kelanjutan program “Royco NutriMenu” yang melibatkan kolaborasi dengan lebih banyak pihak untuk dampak yang lebih optimal.

Hernie Raharja selaku Director of Foods & Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk mengatakan hal itu pada acara virtual Lezatnya Royco baru dengan Garam Beriodium untuk #BantuTumbuhSesuai Senin (25/1/2020).

Selain Hernie Raharja, pembicara lainnya Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN – Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes – Ahli Gizi Keluarga, Tantri Syalindri Ichlasari – penyanyi dan ibu dua anak serta Chef Norman Ismail – berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menghidangkan menu lezat bernutrisi lengkap.

Hernie menerangkan, sejak 2019, Unilever secara global memiliki komitmen untuk membantu masyarakat melakukan transisi menuju pola makan yang lebih sehat sembari mengurangi dampak lingkungan dari sistem rantai makanan secara keseluruhan. Sejalan dengan komitmen tersebut, Royco memiliki tujuan mulia atau purpose yaitu Gerakan Pangan untuk Masa Depan Berkelanjutan. Selain itu, Royco juga ingin membantu mengatasi berbagai masalah nutrisi, baik melalui inovasi produk maupun program edukasi yang dilakukan secara konsisten.

“Bersama-sama, kita lawan hidden hunger untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Hernie.

Royco mencermati salah satu permasalahan gizi yang masih dihadapi oleh masyarakat Indonesia, yakni hidden hunger. Kondisi kekurangan gizi ini masih sering diabaikan karena dampaknya baru terlihat dalam jangka panjang.

Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN selaku Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University menyampaikan,
“Negara kita masih memiliki beban hidden hunger yang besar. Kondisi yang timbul akibat kekurangan zat gizi mikro seperti iodium, zat besi, vitamin A dan zink.

Ini telah menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berkepanjangan. Contohnya, Riset Kesehatan Dasar 2018 memperlihatkan 48,9 persen ibu hamil menderita anemia, dan Riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9 persen anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium.

Masyarakat seringkali masih abai akan masalah ini, karena meskipun makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan gizi makronya sudah terpenuhi.

“Jika tidak segera mendapatkan perhatian, akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang – baik secara fisik maupun psikis,” katanya.

dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik berpendapat, “Orang tua perlu memperkaya pengetahuan dan kreativitas dalam memenuhi nutrisi seluruh keluarga dengan menyertakan bahan-bahan bergizi di tiap masakan, termasuk garam beriodium.

Sayangnya, pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat dari iodium masih terbatas pada upaya pencegahan penyakit gondok. Padahal, dampak dari kekurangan iodium jauh lebih luas dan dapat terjadi pada semua usia. “Kekurangan iodium dapat mengakibatkan perkembangan otak terganggu,” katanya.

Diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita GAKI, yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta point. Maka, pemenuhan kebutuhan iodium harus diperhatikan dari hulu ke hilir’ Sejak 1.000 hari pertama kehidupan atau di dalam kandungan, hingga ke tahapan usia selanjutnya.”

Memahami kebutuhan ini, Royco berinovasi melalui rangkaian produknya, terutama Royco Kaldu Ayam dan Sapi yang kini berkomitmen menggunakan garam beriodium. Dibuat dengan daging sapi dan ayam berkualitas yang direbus lama dan tanpa menggunakan bahan pengawet untuk semakin menyempurnakan kandungan nutrisi dari tiap hidangan rumah.

Tak hanya itu, tahun ini Royco melanjutkan program “Royco NutriMenu”, rangkaian edukasi yang dikembangkan sejak 2019 dengan mengacu pada konsep “Isi Piringku” yang sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dari Kemenke RI

Program “Royco NutriMenu” mengetengahkan panduan berisi menu lengkap yang lezat dan dapat digunakan setiap hari; menggunakan bahan makanan yang lebih bergizi, mudah didapat, praktis, terjangkau, dan bersumber dari bahan-bahan berkelanjutan berbasis nabati yang tergabung dalam “50 Pangan Masa Depan”. Hingga kini, program ini telah disebarluaskan ke 80.000 anggota keluarga, 180.000 remaja pondok pesantren, serta menginspirasi 2 juta keluarga Indonesia secara online.

Tahun ini, program “Royco NutriMenu” akan dilanjutkan dengan menyasar lebih banyak masyarakat melalui digitalisasi program serta kerja sama dengan PKK, Ikatan Bidan Indonesia, Institut Pertanian Bogor dan berbagai NGO lokal maupun global, salah satunya Thyroid Federation International (TFI), dan didukung oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Agama RI.

Dengan target mengubah perilaku pola makan 2,5 juta masyarakat Indonesia, edukasi akan dititikberatkan pada panduan gizi seimbang sesuai konsep “Isi Piringku” bahkan sejak 1000 hari pertama kehidupan.

Pentingnydingnya asupan iodium untuk bantu anak tumbuh sesuai, perilaku hidup bersih dan sehat, pengkonversian limbah makanan, dan resep-resep berbahan “50 Pangan Masa Depan” yang terus dikembangkan untuk semakin menginspirasi keluarga Indonesia setiap harinya.

Tantri Syalindri, penyanyi dan ibu dari dua anak berkomentar, “Sebagai seorang ibu, aku ingin selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga, termasuk saat menyiapkan menu hidangan sehari-hari.

Royco telah memberikan begitu banyak inspirasi sehingga aku bisa memasak menggunakan berbagai variasi bahan nabati yang bergizi sambil ikut berkontribusi terhadap lingkungan. Bersama-sama, kita lawan hidden hunger untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Hernie.(SB/wie)