Mie Balap Medan, Enak, Cepat, Murah

sentralberita | Medan ~ Pernahkah mencicipi mie balap? Makanan yang cuma ada di Medan ini punya ciri khas penyajiannya yang superkencang.

Mie balap merupakan makanan yang mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Medan. Biasanya, mie balap dijual saat pagi dan malam.

Harganya yang murah meriah, dari Rp 5.000, membuat mie balap jadi salah satu favorit warga. Selain itu, mie balap biasanya dikombinasikan dengan telur ataupun seafood, seperti udang ataupun cumi.

Salah seorang penjual mie balap di Jalan Kartini Medan, Ida Lubis, berbagi cerita soal usahanya ini. Dia mengaku sudah berjualan mie balap selama 18 tahun. Saat itu, katanya, harga mie balap masih Rp 2.000 per porsi.

“Udah 18 tahun lah, dari 2002. Dulu masih Rp 2.000, kalau sekarang yang biasa Rp 7.000, kalau ditambah telur jadi Rp 12 ribu,” ucap Ida.

Ida menjual mie balap dengan jenis bihun, mie tiaw, dan mie lidi. Dia hanya menyediakan tambahan telur untuk pelengkap hidangan mie balap.

Ida mengatakan bumbu untuk mie balap ini dibuatnya sendiri. Selain itu, dia selalu menggunakan kayu untuk memasak mie.

“Bumbu masak sendiri, cabainya juga, lebih bagus kalau begini. Kalau pakai kayu gini dari awal, kemarin sempat pakai kompor, tapi pelanggan tidak suka, kurang ada asapnya katanya,” jelasnya.

Seorang pembeli di tempat Ida, Riski, mengatakan sering menjadikan mie balap sebagai menu sarapan. Selain murah, mie balap mudah didapat.

“Masih tergolong murah, enak juga. Kalau yang jual pun di mana-mana ada jadi mudah dicari,” tutur Riski.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono memberi penjelasan soal mie balap yang disebutnya menjadi salah satu ciri khas Kota Medan. Dia mengatakan mie balap hanya ada di Medan. Meski demikian, mie balap juga ada di wilayah sekitar Medan.

“Sudah masuk salah satu ciri khas, mie balap kan cuma ada di Medan,” kata Agus.

Agus menceritakan alasan penamaan mie balap. Dia mengatakan makanan ini dinamakan mie balap karena proses masaknya yang supercepat.

“Dulu namanya ini kwitiau. Cuma berkembang, karena dia kan masaknya cepat, makannya juga, itu yang buat jadi mie balap namanya. Tidak ada sejarah khusus,” ucapnya.

Jika anda datang ke kedai yang menjual mie balap, penjual bakal langsung menanyakan ‘mau mie apa?’. Setelah Anda menentukan pilihan, mie yang telah disiapkan di baskom besar segera diambil untuk disajikan sesuai porsi yang Anda pesan.

Biasanya, orang-orang di Medan lebih sering membeli mie balap untuk dibungkus dan dibawa pulang dibanding makan di tempat. Proses memesan hingga mie dibungkus atau tersedia di meja anda, bagi yang makan di tempat, biasanya hanya butuh waktu kurang dari 5 menit.

Kembali ke Agus. Dia mengatakan keberadaan mie balap sesuai kebutuhan masyarakat. Keberadaan mie balap ini, katanya, semakin banyak di Medan karena harganya yang murah.

“Ini mie karena kebutuhan masyarakat, mie ini kan tergolong murah,” jelasnya. (dtc/ras)