Mengenal Lebih Dekat Tourism Malaysia

Konsul Jenderal Malaysia di Medan Aiyub Omar (kiri) memotong nasi tumpeng bersama Direktur Tourism Malaysia Hishamuddin Mustafa (kanan) pada acara peresmian renovasi kantor Tourism Malaysia di lingkungan kantor Konjen Malaysia Jalan Diponegoro Medan Kamis (28/1/2021).

sentralberita|Medan ~ Tourism Malaysia atau Malaysia Tourism Promotion Board (MTPB) adalah badan resmi di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia. Sebelumnya, Tourism Malaysia  dikenal sebagai “Tourist Development Corporation of Malaysia (TDC)”, didirikan pada 10 Agustus 1972.

Saat itu di bawah Kementerian Perdagangan dan Industri. Dengan dibentuknya Kementerian Kebudayaan, Seni dan Pariwisata pada tanggal 20 Mei 1987, TDC dipindahkan ke kementerian baru ini; dan menjadi Badan Promosi Pariwisata Malaysia (MTPB) melalui Undang-Undang Badan Promosi Pariwisata Malaysia 1992.

Saat ini MTPB populer atau lebih dikenal dengan nama Tourism Malaysia, yang fokusnya adalah mempromosikan Malaysia secara domestik dan internasional. Saat ini, Tourism Malaysia memiliki 34 kantor di luar negeri dan 11 kantor perwakilan pemasaran.

Untuk pasaran Indonesia, Tourism Malaysia berpusat di Jakarta dan Medan. Tourism Malaysia Jakarta memiliki tugas mempromosikan pariwisata Malaysia untuk wilayah Jakarta, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Sedangkan Tourism Malaysia Medan, mempromosikan pariwisata Malaysia di wilayah Pulau Sumatera, atau 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatera.

Secara umum, visi dan misi Tourism Malaysia adalah memasarkan Malaysia sebagai destinasi wisata unggulan dan menjadikan industri pariwisata sebagai kontributor utama pembangunan sosial ekonomi bangsa

Tourism Malaysia Medan berdiri pada 1 Agustus 2001 di Konsulat Jenderal Malaysia Medan. Secara menyeluruh, Konsulat Jenderal Malaysia Medan sendiri memiliki 6 badan resmi, yaitu Wisma Putra, Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), Polis Diraja Malaysia (PDRM), Imigrasi, dan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), dan Tourism Malaysia, yang dinaungi oleh seorang Konsul Jenderal, Aiyub Omar.

Sejak awal diresmikannya, Tourism Malaysia Medan telah memiliki 6 Direktur yang disebut Konsul Pelancongan dan 5 Wakil Direktur, disebut Konsul Muda Pelancongan. Saat ini Tourism Malaysia Medan dipimpin oleh Hishamuddin Mustafa, yang menjabat sebagai Direktur Tourism Malaysia Medan ataupun Konsul Pelancongan Malaysia di Medan, sejak 1 Oktober 2019, untuk periode masa jabatan 2019-2022. Tourism Malaysia Medan memiliki 4 orang staf lokal yang bisa membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pariwisata di Malaysia.

Secara garis besar, tugas Tourism Malaysia Medan adalah sebagai berikut : Mempromosikan Malaysia sebagai tujuan wisata yang luar biasa kepada seluruh warga Indonesia di Pulau Sumatera. Mempromosikan keajaiban, atraksi, dan budaya unik Malaysia kepada seluruh warga Indonesia di Pulau Sumatera.

Meningkatkan destinasi Malaysia untuk pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE). Meningkatkan pendapatan sektor pariwisata Malaysia dengan meningkatkan jumlah wisatawan dari Sumatera ke Malaysia dan memperpanjang masa tinggal mereka.

Mendorong pariwisata dan industri terkait di Malaysia. Membantu mengembangkan pariwisata domestik dan internasional, serta  mempromosikan investasi baru di negara tersebut dan memberikan peningkatan kesempatan kerja. Pertumbuhan pariwisata juga akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan kualitas hidup negara.

Berdasarkan data dari Statistic Division Tourism Malaysia, Konsul General Malaysia Medan, Aiyub Omar menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Malaysia berhasil mendatangkan 26.100.784 wisatawan mancanegara, meningkat 1 persen dibandingkan tahun 2018. Total pendapatan dari belanja wisatawan mancanegara tahun 2019 mencapai 86.143,5 juta ringgit, meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun 2018. 

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Pemerintah Malaysia melanjutkan Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) di seluruh negara bagian Malaysia, hingga bulan Maret 2021. Pengecualian PKPP adalah di Selangor, Kuala Lumpur, dan Sabah, serta lokasi tertentu yang menerapkan PKP Bersyarat (PKPB), atau PKP Diperketatkan (PKPD).

Selain itu, Malaysia juga memberlakukan status darurat sebagai langkah proaktif mengekang dan menstabilkan kasus harian positif Covid-19, hingga 1 Agustus 2021 atau hingga tanggal yang lebih awal jika kasus positif Covid-19 dapat dikontrol dan diturunkan secara efektif.

Kerugian yang dialami oleh sektor pelancongan Malaysia mencapai 53 miliar ringgit (Januari-September 2020) karena penutupan sempadan negara yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Sepanjang Januari hingga September 2020, sektor pelancongan Malaysia mencatat kedatangan pelancong asing sebanyak 4.299.419 pelancong, penurunan 78,6 persen berbanding dengan periode yang sama, dengan 20.1 juta pelancong dari Januari hingga September 2019.

Pendapatan dari sektor ini dalam tempoh tersebut mencapai 12,6 miliar ringgit, penurunan 80,9 persen berbanding 2019 yang mencapai 66,1 miliar ringgit. Pendapatan per kapita sektor ini juga mencatatkan penurunan 10,7 persen dari 3,289.30 ringgit pada tahun 2019 kepada 2.938,40 ringgit pada tahun 2020. Sebanyak 10 pasaran utama untuk tahun 2020 sektor industri pelancongan ke Malaysia masih didominasi oleh negara yang sama,

seperti berikut: Sngapura 1.543.627 pelancong, Indonesia 710.118 pelancong, China 403.055 pelancong, Thailand  372.075 pelancong, India 155.448 pelancong, Brunei  135.848 pelancong, Korea Selatan  119.364 pelancong, Jepang 73.891 pelancong, Australia 72.369 pelancong dan Filipina  65.601 pelancong.

Perlahan bangkit, Malaysia fokus pulihkan pariwisata domestik sebelum border dibuka untuk wisatawan mancanegara (internasional), dengan menerapkan SOP kesehatan yang sangat ketat.

Dalam rangka menjaring wisatawan domestik, Malaysia memiliki gerakan bertajuk Cuti-cuti Malaysia dan mengintensifkan promosinya melalui media sosial. Saat ini yang dibenarkan untuk wisatawan asing masuk ke Malaysia adalah untuk tujuan berobat, dengan persyaratan-persyaratan khusus (SOP/prosedur berobat).

Pada sesi ramah tamah bersama media yang bertajuk “1 Jam Bersama Tourism Malaysia Medan – Mengenal Lebih Dekat Tourism Malaysia” yang diadakan di Kantor Konsulat Jenderal Malaysia Medan pada Kamis, 28 Januari 2021 tersebut, Hishamuddin juga mengatakan ia dan timnya telah menyiapkan program-program promosi tahun 2021 jika border dibuka, antara lain Seminar offline dan online bersama para pelaku industri pariwisata Malaysia, Gowes 2 Negara, Photos & Video Contest #Rindu Malaysia, Malaysia Truly Asia Virtual Hunt 2021, dan program-program bertajuk “Ke Malaysia Lagi Yuk!”. 

Acara tersebut juga diisi dengan sesi pemotongan tumpeng karena kantor Tourism Malaysia Medan yang baru selesai direnovasi, juga untuk menyambut tahun 2021.

“Kita renovasi kecil-kecilan, mengganti perabot yang lama dengan yang baru, wallpaper semua kita ganti, supaya karyawan juga lebih semangat kerjanya karena semuanya baru”, ujar Hishamuddin.

Acara tersebut juga didahului dengan doa bersama memohon agar wabah Covid-19 segera berakhir dan memohon keselamatan warga Konsulat Malaysia di Medan, dan seluruh rakyat Indonesia dan Malaysia. 

Di akhir sesi temu ramah bersama media, Konsul Jenderal Malaysia di Medan Aiyub Omar mengapresiasi kerja-kerja Tourism Malaysia Medan selama ini dalam mempromosikan destinasi Malaysia di Pulau Sumatera. Dirinya memberikan dukungan penuh terhadap program-program promosi yang dijalankan oleh Tourism Malaysia Medan. 

Untuk warga Indonesia yang memerlukan informasi mengenai regulasi baru masuk ke Malaysia selama masa PKPP ini dapat menelusurinya di laman web https://mtp.imi.gov.my/myTravelPass/main ataupun menghubungi Kantor Tourism Malaysia di Jalan Diponegoro No.43 dengan nomor telpon 0614523192.  (SB/Wie)