Klaim Bencana Alam Meroket, Perusahaan Asuransi Ngaku Rugi

sentralberita | Jakarta ~ Bencana alam disebut mengakibatkan klaim asuransi di Amerika Serikat naik menjadi US$ 97 miliar atau setara dengan Rp 1.358 triliun atau tumbuh 40% dibandingkan rata-rata sebelumnya.

Mengutip Reuters tahun ini perusahaan asuransi juga menghadapi masalah besar yakni klaim yang naik akibat pandemi dan bencana alam lain.

Broker asuransi Aon mengungkapkan Badai Laura yang melanda Amerika Serikat (AS) dan Karibia pada Agustus tahun lalu membuat kerugian US$ 10 miliar.

Kemudian kerugian ekonomi akibat bencana alam dari aset yang diasuransikan dan tidak diasuransikan mencapai US$ 268 miliar. Kemudian banjir musiman di China pada Juni dan September juga membuat kerugian US$ 35 miliar.

Aon juga menyebut banjir musiman di India menelan korban jiwa hingga 1.992 orang. Kemudian syarat pembatasan sosial akibat pandemi ini membuat pemrosesan klaim menjadi lebih sulit.

“Hal yang penting adalah fokus pada investasi, mitigasi risiko dan ketahanan perusahaan,” kata Direktur dan Ahli Meterorologi Aon, Steve Bowen dikutip dari Reuters, Senin (25/1/2021).

Tahun lalu perusahaan reasuransi Swiss Re mematok kerugian yang diasuransikan dari bencana alam sebesar US$ 76 miliar. Sementara Munich Re memproyeksi kerugiannya mencapai US$ 82 miliar. (dtf/ras)