Gempa Sulbar Capai 42 Korban Jiwa, ACT Buka Posko


sentralberita|Sulbar ~ Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan data per Jumat (15/1/2021) pukul 20.00 WIB, korban jiwa mencapai 42 orang. Sebanyak 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majene.

Per Jumat malam, gempa tersebut juga mengakibatkan 826 orang luka-luka. Jumlah ini meliputi 189 orang luka berat dan dirawat inap serta 637 orang luka ringan dan dirawat jalan.

Sementara itu, jumlah pengungsi dilaporkan terus bertambah. BNPB menyebutkan, di Kabupaten Majene, jumlah pengungsi sekitar 15 ribu jiwa. Mereka mengungsi di 10 titik pengungsian, yakni Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata,

Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda dan Kecamatan Sendana. Sementara di Kabupaten Mamuju, warga mengungsi di lima titik yang berlokasi di Kecamatan Mamuju, dan Kecamatan Simboro.

ACT kerahkan tim tanggap darurat Sejak Jumat dini hari, Aksi Cepat Tanggap telah mengerahkan tim tanggap darurat beserta sejumlah relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia.

Komandan Tim Tanggap Darurat ACT Kusmayadi melaporkan, saat ini sekitar 25 personel sudah berada di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene untuk membantu evakuasi.

“Kami sudah menerjunkan empat tim tanggap darurat. Dua tim berasal dari Sulawesi Selatan dengan total 15 personel. Mereka akan membantu evakuasi warga, pendirian posko, dan pendistribusian logistik.

Dua tim sisanya berasal dari Palu, Sulawesi Tengah dengan total 10 personel dan dilengkapi armada double cabin untuk memudahkan evakuasi dan pendistribusian bantuan,” jelas Kusmayadi, Sabtu (16/1).

Selain itu, posko kemanusiaan ACT untuk penanganan gempa Sulawesi Barat sudah aktif dan melayani kebutuhan pendistribusian bantuan. Posko tersebut berada di Jl. Kurungan Bassi No. 18, Mamuju, Sulawesi Barat.

“Posko ini akan menampung kebutuhan pangan, logistik, dan obat-obatan yang saat ini sangat dibutuhkan pengungsi serta APD dan kantong jenazah untuk kebutuhan evakuasi.

Insyaallah bantuan masyarakat yang disalurkan langsung maupun melalui Indonesia Dermawan akan kami distribusikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Kusmayadi.

Mendesak, Korban Gempa Majene Butuh Bantuan Kemanusiaan
Selain pangan, kebutuhan medis, pengungsian yang layak, masker hingga air bersih mendesak untuk dipenuhi bagi warga terdampak gempa di Majene, Sulawesi Barat. Merespons hal ini, saat ini ACT tengah berikhtiar mendampingi warga dengan mengirimkan tim tanggap darurat

Bencana yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut berdampak pada 15 ribu jiwa yang kini mengungsi. Mereka menampati 10 titik pengungsian di Majene dan 5 titik di Mamuju. Berbagai bantuan kemanusiaan pun kini sangat dinanti oleh korban terdampak, apalagi saat ini sedang mewabah pandemi Covid-19, yang memaksa mereka harus lebih berhati-hati dan tetap membatasi banyak aktivitas.

“Pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan seperti pangan, khususnya matang, selimut dan tikar, tenda pengungsian, pelayanan medis, masker, hingga air bersih.

Di kondisi bencana seperti sekarang ini yang juga bertepatan dengan adanya wabah, sangat perlu kehati-hatian dalam penanganannya,” jelas Kusmayadi dari Tim Tanggap Darurat Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jumat (15/1/2021).

ACT sendiri saat ini telah mengirimkan tim tanggap darurat menuju lokasi terdampak. Tim yang dikirim berasal dari ACT Cabang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah dengan dilengkapi alat pelindung diri, logistik, perlengkapan genset serta mobil dobel kabin serta motor trail.

“Untuk aksi awal, akan difokuskan untuk pencarian dan pertolongan,” tambah Kusmayadi.

Perlu diketahui, gempa besar yang mengguncang Majene terjadi pada Jumat dini hari dengan magnitudo 6,2.

Namun, ini bukan yang pertama, sebelumnya pada Kamis (14/1/2021) gempa dengan kekuatan yang lebih kecil juga telah terjadi. Walau magnitudonya lebih kecil, gempa ini cukup membuat warga panik.(SB/01)