EPZA : Emak-Emak Geruduk Perjudian Karena Aparat Tidak Tegas

sentralberita|Medan ~Menykapi terjadinya aksi emak-emak yang menghancurkan lokasi perjudian di Mabar, Eka Putra Zakran, SH Praktisi Hukum Kota Medan menyampaikan pendapatnya, tindakan tersebut merupakan puncak kemarahan masyarakat yang dalam hal ini di representasikan oleh kelompak emak-emak.

Sejatinya tindakan tersebut tidak perlu dilakukan, jika aparat hukum bertindak tegas dalam mengawasi dan meminimalisir Pekat (Penyakit Masyarakat) dalam hal ini adalah judi, ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Periode 2014-2018 itu.

“Makanya wajar donk jika emak-emak itu ngamuk dan menyeruduk lokasi judi tersebut, karena dampak dari perjudian ini kan fatal, antara lain karena Judi orang jadi pemalas, rumah tangga berantakan, membuat orang menjadi miskin, membuat stres dan merupakan tindak pidana. Artinya karena judi orang bisa masuk penajara. Hal itu diatur dalam pasal 303 KUHP ayat (1) diancam dengan pidana kurungan maksimal 4 tahun penjara”,tegas Eka.

Ditambahkan, judi hanya membuat orang kecanduan, malas bekerja dan ujungnya meningkat kriminalitas. Awalnya judi, setelah itu nanti muaranya ke pencurian, perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya.

Jadi sekali lagi saya katakan wajar jika emak-emak di Mabar itu marah, karena sudah resah akibat anak atau suaminya terlibat persoalan judi sehingga berakibat rumah tangga berantakan dan masa depan menjadi suram.

“Intinya sih aparatur penegak hukum kita, kalau tegas ya ndak mungkin ada permainan judi, sebab itu penyakit masyarakat, maka harus ditutup dan diberantas, agar kehidupan masyarakat menjadi tertib dan terarah,” tutup Kepala Divisi Infokom KAUM.(SB/ AFS)