Emak-Emak Kembali Geruduk Lokasi Judi, Kapoldasu Diminta Bertidak Tegas

sentralberita|Medan ~ Emak-emak kembali menggeruduk tempat atau lokasi judi tembak ikan di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan pada (20/01/2021). Sebelumnya aksi serupa terjadi di Kelurahan Mabar beberapa pekan yang lalu.

Eka Putra Zakran ( EPZA), Praktisi hukum Kota Medan menyatakan, sangat disesalkan peristiwa-peristiwa main hakim sendiri ini. Tapi apa mau dikata, lemahnya penegakan hukum, khususnya pemberantasan judi tembak ikan di Wilayah Hukum Polres Belawan.

“Kasus judi ini tampaknya menjadi PR besar bagi Kapolres Belawan. Aneh saja melihatnya, baru lagi terjadi penggerudukan tempat judi oleh emak-emak di kawasan Mabar dan itu sudah menuai banyak kecaman.

Nah ini kok teulang lagi. Jadi memunculkan pertanyaan jadinya apakah aparat fidak serius atau ada pembiaran terhadap judi tembak ikan ini”,kesal EPZA.

Dikatakannya,sudah seyogiyanya Polres Belawan bertindak tegas, ini kok malah anteng-anteng saja. Jangan nanti masalah judi ini menjadi Gunung Es, bisa meledak masyarakat nanti semuanya.

“Pokoknya disayangkan kalilah, aksi emak-emak ini. Beginilah akibatnya bila aparat lambat dan tidak serius. Padahal Kapolda Sumut dari awal sudah mengkampanyekan jargon “Tidak Ada Tempat bagi Penjahat di Sumatera Utara”. Konsep ini bagus dan wajib didukung oleh semua pihak, akan tetapi jangan hanya sebatas wacana (life sevis) semata,”kecamnya.

Kata EPZA,masih segar dalam ingatan, pada bulan Februari 2020 yang lalu, Kapoldasu Inspektur Jenderal Martuani Sormin dengan tegas telah memerintahkan kepada seluruh Kapolres untuk menindak tegas segala bentuk perjudian.

Saat berkunjung ke Padangsidimpuan tanggal 22 Februari 2020, Kapolda Sumut menyatakan, jangan berikan izin keramaian bagi tempat-tempat yang terindikasi adanya praktik perjudian, jika izin sudah terlanjur dikeluarkan, agar segera dicabut atau ditarik izinnya. Bahkan bukan situ saja, Kapolda juga memerintahkan agar Kapolres menangkap para pemain judi dan bandarnya.

“Nah, kejadian penggerebekan lokasi judi oleh sejumlah Emak-emak di Wilayah hukum Polres Belawan, jelas menjadi tamparan bagi aparatur penegak hukum. Artinya intruksi Kapolda tidak diindahkan oleh jajajarannya alias tidak berjalan. Hemat saya, jika Kapolda serius, Kapolres Belawan harus di copot”,tegas EPZA

Menurut EPZA, banyak keluhan dari emak-emak akibat judi tembak ikan ini, diantaranya: emak-emak gelisah melihat suami dan anak-anaknya jarang pulang kerumah, banyak maling tabung gas di Paya Pasir, banyak anak-anak yang mengagadaikan bahkan menjual sepeda motornya akibat judi.

“Siapapun kita, pasti sepakat bahwa praktik-praktik perjudian, bukan hannya sekarang sejak jaman zahiliyah pun harus diberantas, karena dampak nya sangat fatal,” tegas mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah.

Secara sosial lanjut EPZA, praktik perjudian tentu meresahkan masyarakat dan rumah tangga berantakan, secara hukum bertentangan dengan Pasal 303 ayat (1) KUHP, secara berbangsa dan bernegara menggangu ketertiban umum, secara Agama apalagi, jelas dilarang dan merupakan perbuatan yang diharamkan.

“Disamping itu secara personal menggagu psikologis pelakunya, membuat orang menjadi malas, stress dan akar masalah terjadinya tindak kriminal lainnya, seperti pencurian, perampokan dan lain sebaginya.
Pendeknya praktik perjudian harus di lawan”.pungkasnya.(SB/FS)