BI Sumut: Perkembangan Vaksin Covid-19, Kunci Recovery Ekonomi

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo (kanan) bersama Direktur BI Andiwiana S berbicara kepada wartawan secara virtual Jumat (29/1/2021) sore.

sentralberita|Medan ~ Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo menegaskan  perkembangan vaksin Covid-19 menjadi kunci berlanjutnya recovery pertumbuhan ekonomi.   

“Upaya keberhasilan pemulihan ekonomi tergantung dari 1 plus 5. Syarat 1 itu mengendalikan Covid melalui vaksinasi. Kalau syarat 1 berhasil maka bisa dilakukan 5 syarat selanjutnya,” kata Soekowardojo kepada wartawan dalam paparannya digelar secara offline terbatas 10 orang dan online zoom Jumat (29/1/2021) sore.

Saat itu dia didampingi Direktur BI Andiwiana S. Soekowardojo, merupakan Kepala Perwakilan BI Sumut yang baru menjabat  sejak Desember 2020. Soeko panggilan akrabnya, menggantikan pejabat lama Wiwiek Sisto Widayat yang mutasi ke BI di Jakarta.

Sedangkan Soeko sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang.Soeko menjelaskan 5 syarat lainnya yakni pertama pelaksanaan sektor produktif yang aman, kedua percepatan stimulus fiskal, ketiga peningkatan kredit dari sisi penerimaan dan penawaran, keempat stimulus moneter dan kebijakan BI. Kelima digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM.   

Soeko menyebut pemulihan ekonomi didorong oleh kenaikan permintaandomestik dan eksternal. Ekspor diprediksi meningkat didorong oleh membaiknya aktivitas industri hilir di negara tujuan utama sejalan dengan vaksinisasi di berbagai negara yang berlangsung cepat. Percepatan pembangunan pemerintah dan swasta yang sempat melambat/tertunda di tahun 2020 diperkirakan akan mendorong perbaikan invetasi.    

Berbagai langkah penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah baik dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi diprediksi mendorong konsumsi pemerintah. “Rencana pemerintah melanjutkan program bantuan sosial diprediksi akan menopang konsumsi rumah tangga,” jelasnya.   

Soeko menyebut setelah terpuruk sepanjang 2020, industri karet berpeluang pulih seiring prospek apresiasi harga karet dunia. Trading Economics memprakirakan rerata hargakaret dunia pada 2021 akan lebih tinggi dibanding 2020, ditopang upaya pemulihan ekonomi dunia, meskipun masih dibayangi dengan risiko lockdown akibatkemunculan varian baru virus korona, khususnya di Eropa.    

Di sisi lain, setelah mencatat apresiasi sepanjang 2020, harga CPO diprakirakan akan kembali normal pada 2021 menuju kisaran 3.000 MYR/ton, seiring upaya pemulihan ekonomi dan industri sawit Malaysia. Sejalan dengan itu, harga biji kopi yang berfluktuasi tinggi sepanjang 2020 diprakirakan akan menurun pada 2021, meskipun secara rerata relatif stabil dibanding rerata harga kopi pada 2020. (SB/Wie)