Bendahara RSUD Kotapinang Tak Ikut Mufakat Jahat,Harus Dibebaskan

sentralberita|Medan – Terdakwa Ridwan Effendi, bendahara Pengeluaran pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotapinang Kab. Labuhanbatu Selatan (Labusel) yakin tidak melakukan manipulasi faktur belanja bahan terkait kasus korupsi pengelolaan keuangan rumah sakit.

Hal itu diungkapkan terdakwa lewat penasehat hukumnya Itok Suhendra, saat membacakan nota pembelaan di ruang sidang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (11/1) sore.

Di hadapan Hakim Ketua Safril Batubara, ia menegaskan, tidak terbuktinya manipulasi kuitansi atau faktur belanja bahan kebutuhan RSUD dibuat terdakwa, melainkan dibuat oleh saksi Gita Apriani Rambe.

“Kuitansi belanja pada UD Roma, tidak cukup membuktikan terdakwa yang membuatnya, terlebih diakui oleh saksi Gita Apriani Rambe bahwa yang bersangkutanlah yang membuat kuitansi atau bon atau seluruh faktur belanja sebagaimana diterangkan sendiri oleh Penuntut Umum, pada poin kedua halaman 61 di dalam Surat Tuntutan Pidana No. PDS-01/LABUSEL/01/20201 tanggal 4 Januari 2021,” ungkapnya.

Menurut dia, terhadap penggunaan dana operasional sebesar Rp1.650.177.806 tersebut ternyata ada yang tidak sesuai dengan DPPA RSUD Kotapinang, dan untuk pertanggung jawaban UP/GU tersebut saksi Rahmawati Hasibuan selaku Bendahara Penerimaan RSUD Kotapinang membuat dan menyusun data SPJ UP/GU dengan membuat faktur kuitansi fiktif.

“Kuitansi itu dibuat bersama anggotanya yaitu saksi Susilawati Ningsih, saksi Gita Apriani Rambe, saksi Nurmaya Manurung, saksi Riswan Harahap, saksi Ummi Kalsum dan saksi Teguh Syahrianto, dimana masing-masing saksi tersebut bertugas menulis bon/faktur fiktif,” terangnya.

Lebih jauh disebutkannya, berdasarkan angka di DPA/DPPA RSUD Kotapinang, saksi Gita Apriani Rambe menulis bon faktur belanja berdasarkan catatan secarik kertas dan bon faktur kosong, yang diberikan oleh saksi Rahmawati Hasibuan selanjutnya menulis belanja makan minum pasien, jasa service, penggantian suku cadang, perlengkapan kantor dan lainnya.

Karena itu menurutnya, terdakwa tidak terlibat melakukan pemufakatan atau niat jahat dalam perkara tindak pidana korupsi pada RSUD Kotapinang. “Dimana yang sesungguhnya atas permufakatan atau niat jahat ditimbulkan Daschar Aulia selaku Direktur pada RSUD Kotapinang, dan Saksi Rahmawati Hasibuan selaku Bendahara Penerimaan RSUD Kotapinang,” sebutnya.

Pada bagian lain isi pledoi, ia mengungkapkan, semestinya terdakwa dinyatakan tidak bersalah sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum, dikarenakan salah satu unsur dakwaan primair yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum tidak terpenuhi dalam perbuatan terdakwa.

“Terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan primair tersebut dengan sebagaimana mestinya, dan selanjutnya terdakwa mempertimbangkan untuk tidak memberikan tanggapan hukum apapun terhadap rumusan unsur lainnya di dalam Pasal 2 dimaksud,” jelasnya.

Sebelumnya jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun dan 6 bulan penjara, dalam persidangan yang belangsung di Ruang Cakra 2 PN Medan, Senin (4/1) lalu.

Jaksa menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan korupsi dengan memperkaya diri sendiri bersama terdakwa lain yaitu, Rahmawati Hasibuan dan dr Daschar Aulia (berkas terpisah). Selain itu, jaksa juga membebankan terdakwa membayar denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU R.I No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam perkara ini terdakwa disebut ikut menikmati Rp1,2 miliar lebih dari total kerugian keuangan negara dari Pengelolaan Keuangan RSUD Kotapinang Tahun Anggaran 2014 yang bersumber dari penerimaan UP/Ganti Uang (GU) dan PAD sebesar Rp1.511.427.219,00, berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Pengelolaan Keuangan RSUD Kotapinang Kab. Labusel TA 2014 Nomor LAP: 700/11/lt.Kab/2019, Tanggal 25 Oktober 2019.(SB/FS).