1.000 Orang Kaya Dunia yang Rugi Akibat Corona Bangkit Lagi

sentralberita | Jakarta ~ Laporan Oxfam menyebut 1.000 orang kaya dunia yang sempat merugi akibat corona mendapatkan kembali uangnya dalam waktu sembilan bulan.
Laporan Oxfam menyebut 1.000 miliuner dunia yang sempat merugi akibat covid telah mendapatkan kembali uangnya.

Tapi, orang miskin butuh satu Oxfam, sebuah lembaga nirlaba asal Inggris yang memberikan perhatian besar kepada masalah kemiskinan menyebut 1.000 orang terkaya di planet bumi yang sempat merugi akibat corona telah berhasil bangkit.

Mereka menyatakan orang kaya tersebut telah kembali mendapatkan uang mereka yang hilang akibat covid hanya dalam waktu sembilan bulan. Sayang kata mereka dalam laporan berjudul “The Inequlity Virus”, hal itu tidak terjadi pada orang miskin.

“1.000 orang terkaya di planet ini mendapatkan kembali kerugian mereka karena Covid-19 hanya dalam sembilan bulan. Tetapi perlu waktu lebih dari satu dekade bagi yang termiskin di dunia untuk pulih,” kata laporan Oxfam itu seperti dikutip dari AFP, Senin (25/1).

Berkaca dari situ, mereka menyatakan covid telah memperburuk ketidaksetaraan. Akibat penyakit itu, orang terkaya dengan cepat menjadi kaya lagi, sementara di sisi lain orang miskin akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

“(Tapi) ketimpangan ekstrim itu sebenarnya bukan tak terhindarkan dan bisa diatasi, yang penting pilihan kebijakan,” kata direktur eksekutif Oxfam International Gabriela Bucher.

Menurutnya, kebijakan tepat yang bisa ditempuh untuk mengatasi masalah itu adalah ekonomi yang lebih adil.

Ia menambahkan pajak sementara atas keuntungan 32 perusahaan global yang memperoleh keuntungan terbesar selama pandemi mencapai US$104 miliar pada 2020 kemarin. Jumlah itu cukup untuk merancang pemulihan ekonomi yang adil dengan memberikan tunjangan pengangguran bagi semua pekerja dan dukungan keuangan untuk semua.

“Perjuangan melawan ketidaksetaraan harus menjadi inti dari upaya penyelamatan dan pemulihan ekonomi dengan investasi dalam layanan publik yang dibiayai oleh sistem pajak di mana individu dan perusahaan terkaya membayar bagiannya secara adil,” katanya. (cnn/ras)