Video Hoax Viral Jelang Pencoblosan, Pakar: Wujud Komunikasi Politik Kurang Baik

sentralberita|Medan~Bentuk-bentuk penyebaran konten hoax di masa tenang Pilkada Medan 2020 merupakan wujud dari komunikasi politik yang kurang baik.

Hal itu diungkapkan oleh pakar komunikasi politik, Ara Auza saat diwawancari wartawan tentang beredarnya video hoax money politic yang dihubungkan dengan Pilkada Medan 2020.

Ara menjelaskan, secara teori, komunikasi bentuk ini termasuk kampanye hitam, kampanye hitam bertujuan untuk menyebarkan pesan bohong mengenai calon lain.

Merujuk pada video yang telah diunggah channel YouTube Bnewstv Beraunews dengan judul “Bukan Money Politics, Hanya Uang Pelatihan Saksi, Benarkah?” pada Kamis, 3 Desember 2020, Ara menyebutkan bahwa hal itu merupakan bentuk kepanikan dari salah satu kelompok tertentu.

“Kemudian (Baca: Video Hoax) dinarasikan untuk menyudutkan salah satu paslon di Kota Medan merupakan bentuk kepanikan, rasa putus asa dan rasa menyerah,” katanya, Senin (7/12/2020) siang.

“Bentuk kampanye hitam sangat tidak disarankan, akan tetapi masih ada yang menggunakan nya. Apalagi viralnya video ini pada masa tenang, tentu akan mengganggu kondusifitas pemilih menuju pesta demokrasi,” sambung Sekretaris Program Studi Ilmu Politik Universitas Medan Area itu.

Selain itu, Ara juga melihat bahwa peristiwa di dalam video hoax tersebut kemudian diafiliasikan dan diframing seolah dilakukan oleh pasangan nomor urut 2, Bobby-Aulia.

“Jika benar tim kampanye paslon no 1 melakukan hal tersebut maka ini adalah catatan buruk bagi demokrasi di Kota Medan.

Intinya, strategi kampanye hitam yang dicurigai dimunculkan oleh paslon no 1 merupakan bentuk keputusan, kepanikan dan rasa menyerah,” tandasnya.(SB/01)