Sosper Kemiskinan, Edwin Sugesti: Jangan Ada Warga Kelaparan

sentralberita|Medan~Anggota DPRD Kota Medan Edwin Sugesti Nasution, SE, MM melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan TirtosariLingkungan 12 Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung, Minggu (20/12/2020).

Dihadapan Lurah Bantan, Ahmad Huzein dan sejumlah Kepala Lingungan, tokoh masyarakat Wagimin serta ratusan peserta yang hadir, Edwin Sugesti dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Medanini menyampaikan, tujuan dibentuknya Perda Kemiskinan ini untuk pengaturan bagi pemerintah dalam mengatasi kemiskinan hingga mekanisme pemberian bantuan.

Pemerintah juga membuka diri kepada pihak luar atau swasta untuk ikut mengurangi kemiskinan. “Penentuan warga miskin tidak mutlak wewenang pemerintah daerah tapi pemerintah pusat”ujarnya.

Selain itu, kata Edwin penanggulangan kemiskinan antara lain untuk menjamin perlindungan dan pemenuhan hak dasar warga miskin secara bertahap agar dapat menjalani kehidupan bermartabat, mempercepat penurunan jumlah warga miskin serta mempercepat peningkatan partisipasi masyarakat.

Dengan aturan ini, jangan ada warga masyarakat yang tidak bisa makan dan kelaparan serta mendapatkan pendidikan karena kemiskinan.

“Jika benar- warga miskin sehingga tak bisa makan sampaikan ke lurah dan kepada saya juga boleh,”ujar Edwin Sugesti

Identivikasi warga miskin sesuai dengan Perda tersebut, dilakukan melalui pendataan, verfikasi/validasi data dan penetapan warga miskin berdasarkan kriteria yang mengacu pada hak-hak dasar warga miskin.

Hak warga miskin itu, sesuai pada Bab IV dalam Perda kota Medan nomor 5 tahun tahun 2015 tersebut antara lain adalah bahwa setiap warga mempunyai hak atas kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, pedidikan, pekerjaan dan berusaha.

Sementara pembiayaan penanggulangan kemiskinan itu bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Wagimin mengharapkan melalui sosialisasi penanggulangan kemiskinan yang disampaikan anggota DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution dapat menghasilkan pemikiran yang bermanfaat, sehingga kelak masyarakat tahu apa yang menjadi dan kewajibannya untuk mengatasi kemiskinan yang dialaminya.

Sementara Lurah Bantan, Ahmad Huzein mengingatkan kepada peserta Sosper yang memberikan pertanyaan dan tanggapan tidak membuat ricuh sehingga menimbulan efek negatif.

Pemerintah, katanya sudah berupaya menanggulangi kemiskinan walau mungkin belum teratasi secara merata. Ada Program Keluarga Harahan (PKH), Program Keluarga Sejahera, BPJ, UKM dan lainnya.

Sebagai perintahan di Keluran Bantan hal tersebut yang pengelolaannya melibatkan keluhan telah berupaya menjalankannya.

Setelah penyampaian sosialisasi pertaruran daerah tentang penanggulangan kemiskinan tersebut dilakukan tanya jawab bagi peserta.

Sariono minta Perda dibagikan kepada masyarakat agar mengetahui isinya secara mendalam yang bisa menjadi pegangan.

Annisa, Perda yang dibicarakan sudah berbeda dengan kenyataan yang ada saat ini karena covid 19, dimana saat ini yang dulunya berkecukupan namun saat terkena covid banyak yang miskin.

Dia juga meminta adanya kegiatan terutama yang bersifat keterampilan agar di umumkan di Masjid. “jadi Masjid itu tidak hanya mengumumkan orang meninggal,”ujarnya.

M. Tanjung perlunya adanya dana bagi kepling untuk memberikan solusi kepada masyarakat warga miskin.

Edwin Sugesti menyampaikan berbagai pertanyaan dan keluhan masyarakat akan menjadi masukan yang nanti akan disampaikan kepada pihak terkait.

Lurah sebagai perpanjngan tangan pemerintah jangan segan dan sungkan penyampaikan permasahannya dan beruapaya akan mengatasinya termasuk kepada dirinya.

Bagi Edwin sudah berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat terkait mengatasi dampak ekonomi masyarakat. “Dana di DPRD Medan juga telah dipotong untuk covid ini,”ujarnya. (SB/01)