Rugi Rp 185,5 Triliun Akibat Covid-19, Campaign “Jalan-Jalan Lagi ke Malaysia 2021” Dirancang Kembali

Konsul Jenderal Malaysia Medan Aiyub Omar dan Konsul Pelancongan, Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa serta tim para pemenang Malaysia Truly Asia ASEAN Virtual Hunt 2020 di Hotel Santika Dyandra Medan Rabu (23/12).

sentralberita|Medan~Sejak Januari-September 2020, kerugian sektor pariwisata Malaysia mencapai 53 miliar ringgit atau Rp185,5 triliun akibat penutupan perbatasan negara karena pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Konsul Pelancongan, Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa Jumat (25/12) mengatakan, selama bulan Januari hingga September 2020, sektor pariwisata Malaysia mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 4,299,419 wisatawan, menurun 78,6 persen dibandingkan periode sama, yaitu sebanyak 20,1 juta wisatawan dari bulan Januari hingga September tahun 2019.

Hishamuddin menyebut selain kunjungan, pendapatan sektor ini pada periode tersebut juga hanya 12,6 miliar ringgit, menurun sebesar 80,9 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 66,1 miliar ringgit. Pendapatan perkapita sektor ini ikut mencatat penurunan sebesar 10,7 persen dari 3.289,30 ringgit pada tahun 2019 menjadi 2.938,40 ringgit pada tahun 2020.

Ia menyebut 10 pasaran utama pelancongan Malaysia masih didominasi negara-negara yang sama yaitu Singapura 1.543.627 wisatawan, Indonesia 710.118 wisatawan, China 403.055, wisatawan, Thailand 372.075 wisatawan, India 155.448 wisatawan, Brunei 135.848 wisatawan, Korea Selatan 119.364 wisatawan, Jepang 73.891 wisatawan, Australia 72.369 wisatawan dan Filipina 65.601 wisatawan.

“Malaysia terus mencatat penurunan kedatangan turis asing untuk kuartal ketiga menyusul penutupan perbatasan negara sejak 18 Maret yang merupakan langkah proaktif pemerintah untuk meredam pandemi Covid-19 di Malaysia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan mengingat besarnya dampak pandemi ini terhadap komunitas global, negara lain tidak terkecuali mengalami dampaknya dalam hal pencapaian pariwisata.

Menurut sumber dari Pacific Asia Travel Association (PATA), negara tetangga termasuk Thailand, Singapura, Vietnam dan Indonesia, juga mencatatkan pertumbuhan negatif lebih dari 70 persen akibat larangan perjalanan internasional yang diberlakukan di negaranya masing-masing.

Hishamuddin Mustafa menyampaikan, Tourism Malaysia Medan telah merancang berbagai rencana dan strategi pemulihan pelancongan untuk menjayakan kembali industri ini pasca Covid-19, melalui campaign “Jalan-jalan Lagi ke Malaysia 2021”.

Tim dari Medan juara rangkaian program Malaysia Truly Asia ASEAN Virtual Hunt 2020 diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada dua pemenang dari Medan yang meraih juara 1 yakni tim Twin Towers dan juara 2 tim Berjaya, serta hadiah hiburan untuk regu Hibiscus yang menduduki peringkat ke-6 dari 30 tim di 9 negara ASEAN yang ikut serta.

Penyerahan hadiah diberikan langsung oleh Konsul Jendral Malaysia Medan, Aiyub Omar, di Hotel Santika Premiere Dyandra pada 23 Desember 2020.

Acara yang diselaraskan oleh Tourism Malaysia ini diadakan pada 11 Desember 2020 bertempat di Level 02 Rooftop Rumah Makan Rasa Bunda Medan.

Malaysia Truly Asia ASEAN Virtual Hunt diselenggarakan dengan memanfaatkan platform Zoom dengan durasi 2,5 jam berkeliling mengunjungi kota-kota terkenal di Malaysia mulai dari Kuala Lumpur, Bukit Bintang, Selangor, Penang, Melaka, Johor Bahru, dan Langkawi, sambil memecahkan kode yang tersebar di penjuru kota. Peserta menggunakan Google Maps untuk menjelajah kota dan kemudian mengumpulkan jawaban mereka melalui Google Forms.

Aiyub Omar dalam kata sambutannya mengucapkan selamat kepada tim yang menang dan bertanding dalam program tersebut.

Dalam kesempatan itu pula, Aiyub mengucapkan selamat atas pelantikan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang baru di bawah Kabinet Presiden Jokowi dan berharap dengan dilantiknya Menpar Sandiaga Uno dapat memulihkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas lagi di bidang pariwisata selepas pandemi Covid-19 berakhir.

Sementara itu, meskipun belum dapat dipastikan kapan border akan dibuka bagi Indonesia, Hishamuddin tetap yakin bahwa kuartal pertama di antara bulan Maret hingga Juni tahun 2021 pelancongan internasional akan mulai kembali bertumbuh. (SB/Wie)