PKPA Luncurkan Buku Panduan Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Direktur Eksekutif PKPA Medan, Keumala Dewi  memperlihatkan buku Saku Paralegal yang ditujukan untuk komunitas PKPA saat peluncuran Kamis (17/12).

sentralberita|Medan ~ Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) meluncurkan buku Saku Paralegal untuk komunitas, merupakan buku panduan untuk kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang ada di komunitas dampingan dengan PKPA di tiga titik yakni di Pinang Baris, Ayahanda dan Simalingkar.   

Direktur Eksekutif PKPA Medan, Keumala Dewi mengatakan buku ini seri dari penguatan kapasitas. “Jadi memang ada pelatihan dulu yang kita berikan kepada mereka. Sehingga ada kesadaran, pengetahuan, dan komitmen. Apabila 3 aspek ini ada pada mereka maka buku itu  bisa memaksimalkan kemampuan mereka di lapangan ketika menjadi responden pertama,” terangnya Kamis (17/12).

Sejauh ini, sambung Keumala untuk pendampingan PKPA selain memiliki unit Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) yang mendampingi anak bermotif hukum korban dan saksi.     Di 3 titik lokasi itu, PKPA juga punya program anak jalanan.

Selama 10 tahun terakhir PKPA mendampingi komunitas anak yang rentan menjadi pekerja anak di 3 titik tersebut baik sebagai pengamen, penyapu angkot, pemulung dan sebagainya untuk akses pendidikan, kesehatan dan perlindungan.    

“Sekarang juga kami fokus good parenting pada orang tua juga diperkuat dengan pengasuhan yang baik pada anak. Lalu alternatif ekonomi sehingga mereka punya ketangguhan situasi seperti saat ini yakni Covid-19,” jelasnya.   

Tahun 2020 ini, PKPA juga mencoba melakukan pendekatan lebih komperhensif lebih ke keluarga. Sekitar 20-30 keluarga per komunitas untuk mendapatkan good parenting, entrepreneurship, dan mengidentifikasi potensi live hood (mata pencaharian) mereka.

“Kita juga sudah membangun mitra dengan kelurahan agar  mereka menjadi mediator ketika program selesai sehingga sustainability bisa dijalankan,” katanya.   

Dia berharap di tahun 2021 buku Saku  Paralegal bisa maksimal penggunaannya dan bisa masuk menjadi pelatihan berbasis digital. “Jadi kita berencana membuat e-learning platform dimana bisa diakses bukan hanya orang Medan tapi di luar medan yang akan mendapatkan penguatan kapasitas paralegal,” ungkap Keumala. (SB/Wie)