Pelaku Pencurian Kotak Amal Di Mesjid Istikmal Tebingtingi Terekam CCTV

 
Sentral berita | Tebingtinggi ~ Peristiwa pencurian kotak amal di Mesjid Istikmal,di kota Tebingtinggi,Sumatera Utara,tepatnya di Jalan KF.Tandean,Kelurahan Bandar Utama,Kecamatan Bajenis kota Tebingtinggi,kembali terjadi pada selasa pagi (1/12) sekitar pukul 05;00 Wib, diduga pelaku mengambil kotak amal pada saat jemaah sedang melakukan sholat subuh.

Dari hasil rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi mesjid tersebut, sebelum melakukan aksinya terlihat dua orang pemuda melintas di depan mesjid,selanjutnya satu dari pelaku terlihat dari CCTV dengan tenangnya melangkah masuk melalui pintu samping mesjid yang tidak terkunci.

Dalam cctv tampak pelaku sebelum melakukan aksinya berpura pura masuk kedalam ruangan mengambil air uduk, selanjutnya pelaku kembali keluar dari kamar mandi menujuh pintu depan mesjid untuk mengambil kotal amal.

Agar aksinya tidak di ketahui warga, kotak amal yang dia ambil langsung di bawak ke dalam kamar mandi, didalam kamar mandi pelaku kesulitan mengambil uangnya  kerena kotak amal dalam kondisi terkunci, tanpa pikir lama pelaku langsung memecahkan kotak amal dengan batu, kemudian pelaku mengambil seluruh uang yang ada didalamnya, usai menggasak pelaku langsung meninggalkan kota amal didalam kamar mandi dan langsung kabur melarikan diri melalu pintu samping tempat semula pelaku masuk.

Ketika di konfirmasi wartawan di lokasi kejadian, pengurus  mesjid Muzamil (49) mengatakan, kejadian pencurian kotak amal pelakunya di duga dua orang, pelaku mengambil kota amal masuk melalui pintu samping di mana para jamaah sedang melakukan sholat subuh,menurutnya kejadian ini bukan sekali ini saja bahkan dari dua tahun kedepan  sudah ada sembilan atau sepuluh kali kasus pencurian kota amal terjadi di Mesjid Istikmal, kata Muzamil.

” Untuk pelaku sendiri sampai saat ini belum tertangkap, sebab sudah berulang kali pihak pengurus mesjid melaporkan kejadian ini kepada polisi namun kasusnya tidak pernah turungkap, akibat kejadian ini pihak mesjid mengalami kerugian mencapai delapan ratus ribu atau sembilan ratus ribu rupiah, ” ujarnya.

Untuk menindak lanjuti  kasus ini pengurus mesjid akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian Polres Tebingtinggi, agar pelakuka secepatnya tertangkap.(SB/imran)