Ingin Tahu, Proses Pengolahan Lumpur Tinja di IPLT PDAM Tirtanadi Sumut?

Kacab Pemasaran Air Limbah Lokot Parlindungan Siregar batik lengan panjang

sentralberita|Medan~Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi),Jum’at (18/12/2020) di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja PDAM Tirtana di Jalan Perkebunan /Purwosari meengikuti acara Safari Jurnalistik Sosialisasi L2T2 yang dihadiri Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, Kabir Bedi, Direktur Air Limbah Fauzan, Kadiv Sekper Humarkar Ritonga, Kacab Pemasaran Air Limbah Lokot Parlindungan Siregar serta segenap pegawai PDAM Tirtanadi Sumut.

Dalam pemaparannya Direktur Air Limbah Fauzan terungkap, perpipaan sudah berjalan sejak tahun 1985 dengan jumlah pelanggan 20.000. Non perpipaan (L2T2) baru berjalan sejak September 2020 dan sudah bisa merekrut 7.000 pelanggan.

Bagaimana pengolahan air limbah dan lumpur tinja tersebut, ini penjelasan teknis Kacab Pemasaran Air Limbah Lokot Parlindungan Siregar ketika diwawancarai dalam peninjauan tempat pengolahan yang merupakan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) PDAM Tirtanadi Sumut tersebut.

Setelah disedot, tinja dari septitank ke tanki tabung, kata Lokot Parlindungan Siregar, kita pastikan akan diolah ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

“Ini pelayanan yang kita gransi ke masyarakat, jadi tidak dibuang ke sungai, tidak dibuang ke parit, tidak dibuang ke grainase dan setip petugas dilengkapi GPS, sehingga truknya dipastikan tidak bisa kemana-mana truk harus buang ke PLT.

Kalau terdapat membuat ke tempat lain maka dia kena sanksi,”ujar Siregar sambil menyebut fakta yang terjadi yang di Jalan Listri itu kemana membuangnya, tidak ada yang mengontrol.

Setelah dilakukan pembongkaran, lumpur tinja masuk ke paint sprint bak, lalu dipisahkan kepadatan halus dan kasarnya dan masuk ke bak ekualisasi untuk sementara untuk kestabilan lumpur yang mengendap.

Hal itu dilakukan karena kita ketahui lumpur yang didalam tangki terjadi goncangan yang bercampur dengan air disini kita sabilkan. Kemudian dialirkan ke bak Tikiner yang berfungsi untuk lebih meratakan pencampuran antara lumpur dan air selanjutnya dialirkan ke Ballpress adalah merupakan mesin untuk memisahkan antara solid (kepadatan) dan air.

“Jadi dengan tehnologi yang kita miliki mulai dari proses pembongkaran sampai dijadikan lumpur yang kita kenal kek lumpur tinja atau kue lumpur tinja, kira-kira begitu.

Lumpur tinja langsung kita pres, air terpisah, lumpurnya menggumpal dan ini yang bisa diolah dijadikan pupuk dan segala macam dan itu waktunya tidak terlalu lama. Kalau tehnologinya konvensinal itu butuh bisa 7 hari mengeringkan lumpurnya,”ujar Kacab Pemasaran Air Limbah PDAM Tirtanadi tersebut.

Sementara airnya, katanya mengalir ke kolam stabilisasi dan dikasi injeksi dengan oksigen lagi menggunakan airator, hasilnya dimasukkan lagi ke IPAL yang ada. Dari IPAl tersebut masuk lagi ke prosesnya hingga akhirnya barulah masuk ke kolam.

Bagaimana pemanfaatan airnya dan tinja yang sudah bisa menjadi pupuk itu, pemenfaat airnyanya sementara masih digunakan untuk tanaman di lokasi tersebut.

“Kedepan kita berencana dan Dinas Pemadam Kebakaran sudah datang atau Dinas Pertamanan dan kebersihan bisa menggunakannya untuk menyiram tanaman dan taman,”ujar Lokot.

Sementara lumpur tinja yang bisa dijadikan pupuk tersebut pendistrubusiannya sementara belum dikomersilkan. Pupu, tersebut sedang dilakukan pengembangannya karena unsur N dan K-nya masih harus perlu ada tambahan lagi walau sebenarnya lumpur tersebut dari lumpur tinja yang unsur N dan K-nya bisa dibilang kecil,demkian Lokot Parlindungan Siregar.(SB/01)