Bobby Nasution Punya Konsep Kepemimpinan Islam

sentralberita|Medan~Muhammad Bobby Afif Nasution didaulat sebagai salah satu narasumber berdampingan dengan Ustaz Abdul Latief Khan, dalam seminar kepemimpinan Islam yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Medan di GPH Jalan SM Raja Rabu (2/12/2020).

Tampil sebagai moderator seminar tersebut Dr Fuji Rahmadi, MA. Hadir pula Ketua Dewan Mukhtasar DMI Sumut Musa Rajekshah, Ketua DMI Medan Ahmad Parlindungan dan Sekretaris Ustaz Syafrizal, dan tentunya sejumlah ustaz dan ustazah juga pengurus masjid se-Kota Medan.

Ketua panitia Ustaz Syafrizal menjelaskan maksud digelarnya seminar ini adalah untuk menjelaskan pentingnya kepemimpinan dalam Islam.

“Sosok yang diharapkan pemimpin Kota Medan, punya komitmen untuk kemajuan agama. Ada pada sosok Bobby Nasution dengan visi-misinya untuk agama Insya Allah berkah,” kata Ustaz Syafrizal.

Ketua DMI Medan, Ahmad Parlindungan katakan penting bagi semua pihak untuk mencari pemimpin. Dengan momen yang menjelang Pilkada Medan.

“Pemimpin merasa pandai banyak, tapi yang pandai merasa jarang ada. Nah kami ini melihat ada pemimpin yang pandai merasa,” kata Ahmad Parlindungan.

Ahmad Parlindungan pun menyinggung Perda MDTA di Kota Medan yang tak kunjung dijadikan Perwal oleh wali kota sebelumnya.

“Sudah cukup lama bertahun-tahun itu perda MDTA tak dijalankan. Saya terharu ketika Bobby Nasution menyatakan akan menjadikan Perwal MDTA sehingga bisa dijalankan. Bahkan Bobby Nasution berani kontrak politik akan jalankan program MDTA hingga semua anak-anak kita di Kota Medan pandai membaca Alquran,” kata Ahmad Parlindungan.

Musa Rajekshah pun memberikan pendapatnya pada seminar itu. “Niat kita ini agar umat Islam kompak, mampu kelola potensi di Medan dan Sumut,” kata pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Pada kesempatan itu Ijeck bilang telah berpesan tiga hal kepada Bobby Nasution untuk memimpin Kota Medan.

Pertama bantu sekolah agama Islam di Medan yang tujuannya untuk menciptakan pemimpin berkarakter di masa depan.
Kedua untuk membantu dakwah agama Islam sebab masih banyak masyarakat kurang paham syariat agama.

Ketiga bantu untuk melindungi ulama. Pemimpin itu wajib untuk dekat dengan ulama. Kalau bisa tiga itu dijalankan niat bangun kota Medan mudah-mudahan dimudahkan Allah untuk berjuang.

“Dahulu saya tak pernah berpikir jadi begini, kalau sudah takdir Allah tak bisa kita hindari. Kalau ada suara-suara sumbang itu bagian dari perjuangan. Allah SWT tidak tidur, maha mengetahui apa isi hati kita. Insya Allah dengan niat yang tulus majukan Kota Medan bisa terwujud,” kata Ijeck.

Bobby Nasution pun siap menteladani nasehat demi nasehat yang didengarnya dari kalangan ulama hingga tokoh-tokoh agama di Kota Medan.

Bisa jadi narasumber berdampingan dengan Ustaz Abdul Latief Khan pun jadi kebanggaan bagi Bobby Nasution. Dan apa yang disampaikan Ustaz Abdul Latief Khan akan dijadikan masukan untuk diterapkan saat menjadi pemimpin.

Secara singkat, Bobby Nasution menjelaskan sebagai pemimpin harus selaras dalam menjalankan hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan manusia.

“Semua bisa dimulai dari rumah ibadah. Kebangkitan Islam kita mulai dari masjid. Kita bentuk karakter umat dengan pendidikan agama dengan Quran,” kata Bobby.

Alquran sebagai kitab suci umat Islam diperlakukan penting oleh Bobby Nasution. Katanya pendidikan usia dini di Kota Medan terkhusus untuk umat Islam harus berdasarkan Al-Quran. Maka tak heran Bobby Nasution sangat berharap bantuan dan doa semua pihak agar segera menetapkan perda MDTA jadi Perwal hingga bisa berjalan.

Dan, buah pikir besar Bobby Nasution adalah bagaimana ekonomi umat bisa berkembang dimulai dari masjid. “Masjid punya unit usaha, punya koperasi dan ketika ada pemasukan lebih banyak bisa diputar untuk masyarakat sekitarnya, untuk jamaahnya.

Ustaz Abdul Latief Khan pada kesempatan itu menjelaskan bahwa kepemimpinan itu tak tersandera dengan masa waktu atau batas usia.

Di Medan kata Ustaz Abdul Latief Khan tensi politik tinggi. “Dan saya rasa itu tidak perlu dibalas. Tuduhan-tuduhan yang dialamatkan tidak harus dibalas. Ini sama-sama Muslim, bukan pertarungan nasional, ini untuk mencari wali kota Medan,” kata Ustaz Abdul Latief Khan. (SB/01)