BI Optimis Ekonomi Sumut 2021 Membaik

sentralberita|Medan ~ Bank Indonesia optimis ekonomi Sumatera Utara pada tahun 2021 akan membaik berada kembali di posisi 4,8 – 5,2 persen.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat menegaskan hal itu kepada wartawan di Hotel Adimulia Medan Kamis (3/12).

Dia berbicara usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tahun 2020 yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi di Hotel Adimulia Medan Kamis (3/12).

Acara itu juga berlangsung secara virtual melalui zoom dan youtube.Wiwiek mengatakan pada triwulan IV 2020 diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif di kisaran 0,4-0,8 persen atau bahkan 1 persen. Jadi pada Januari 2021 semua indikator yang dilihat juga akan membaik.

Perekonomian dari instansi pemerintah dan sisi investasi dan ekspor akan mengalami perbaikan. Dari sisi swasta, beberapa indikator akan membaik, penjualan ritel juga akan meningkat.

Pada triwulan IV 2020 sampai triwulan I – IV 2021, investasi akan membaik, ekspor produk unggulan akan meningkat seiring dengan makin terbukanya ekspor ke negara tujuan sehingga ekspor produk unggulan seperti CPO, karet dan kopi akan mengalami perbaikan yang signifikan.

“Dengan kondisi ini, kami melihat bahwa APBD tahun 2021 akan berjalan di awal bulan Januari,” jelas Wiwiek.
Begitu pula inflasi tahun 2021 akan berada di 2,5 persen plus minus 1 persen. Stabilisasi inflasi di tahun 2018, 2019 dan 2020 karena potensi demand yang naik. Jadi di tahun 2021 inflasi diperkirakan akan naik tapi tetap berada di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Cuma di tahun 2021 ada tiga tantangan besar yang perlu diatasi yakni pertama, bagaimana mengatasi Covid-19 ini, bagaimana vaksinnya, apakah sudah bisa ditangani dengan baik. Perkiraan ekonomi tumbuh 4,8-5,2 persen itu kalau kesehatan terpenuhi.”Kesehatan harus bagus dulu, baru bisa ekonomi meningkat,” katanya.

Tantangan kedua, mengubah minset yakni APBD harus berjalan di awal tahun, jangan di pertengahan tahun atau bahkan akhir tahun. “Kalau APBD sudah disetujui, harus segera dilaksanakan di awal tahun,” ungkap Wiwiek.

Tantangan ketiga, mendorong UMKM karena mempunyai pangsa terbesar bagi kontribusi ekonomi Sumut. “Kalau ketiga ini terlaksana maka tahun 2021 ekonomi Sumut sudah membaik,” jelasnya.Wiwiek berharap perekonomian membaik dengan adanya sinergi dari semua pihak, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Gubsu Edy Rahmayadi pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 itu mengatakan bersinergi membangun perekonomian Sumut artinya kita sama-sama bergandengan tangan dengan segala keterbatasan kita. Saat ini yang menerpa Sumut dikomandani kesehatan yang implikasinya ke ekonomi. “Sekarang yang dirindukan masyarakat adalah pulihnya perekonomian,” kata Edy. (SB/Wie)