3 Juta Lahahan Kritis di Sumut, Medan Sambut Penanaman Jadi Taman Eucalyptus

Penanaman bibit eucalyptus (F-SB/01)

sentralberita|Medan~sentralberita|Medan~Pengamat lingkungan, Jaya Arjuna mengatakan, ada 3 juta lahan kritis di Sumatera Utara, dengan aksi-aksi nyata seperti penanaman bibit Eucalyptus dan penaman tumbuhan lainnya yang berguna untuk kesehatan dan berprospek ekonomis, maka seluruh lahan kritis bisa dimanfaatkan dan hal trsebut juga akan memberikan sumbangsih besar dalam isu perubahan iklim global.

“Kegiatan yang digagas oleh para jurnalis ini merupakan hal yang harus diapresiasi dan didukung oleh pemerintah”ujarnya ketika berbicara pada kegiatan penanaman berasma bibit Eucalyptus dan demo penyulingan minyak Atsiri di Taman Cadika, Medan Johor, Rabu (2/12) dan sekaligus pembagian.

Pemerintah Kota Medan menyambut baik gagasan dari UKM Jurnalis Bina Mandiri (JBM) untuk menanami tanaman Eucalyptus pada taman-taman yang ada di Kota Medan, kata Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni saat memberikan sambutan.

penyerahan bibit eucalyptus (F-SB/01)

Kegiatan ini dihadiri oleh Senior Manager Social Capital PT Toba Pulp Lestari Ir Simon H Sidabukke, Camat Medan Johor Zulfachri Ahmadi, Ketua UKM JBM Fahrudin Pohan, Sekretaris DPD KNPI Sumut M Darwis Nasution, dan pengamat lingkungan Jaya Arjuna dan seluruh anggota UKM JBM.

“Kita punya 14 hektar lahan pemakaman dan 18 hektar taman daerah aliran sungai itu semua bisa dimanfaatkan untuk menjadi lahan penanaman Eucalyptus di Kota Medan,” ujar Husni menambahkan.

Penanaman Eucalyptus sebagai bahan untuk produksi minyak atsiri, katanya, merupakan hal yang sangat mereka apresiasi sebab produk ini sangat bermanfaat bagi kesehatan dan juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

penyuligan tardisional(F-SB/01)

“Intinya kita konsisten, menguasai produksi mulai dari hulu ke hilir. Saya kira ini akan sangat berhasil karena didukung berbagai pihak baik dari akademisi, pengamat dan juga PT TPL selaku perusahaan yang memiliki keahlian dalam penanaman Eucalyptus. Soal pemasaran bisa kita buat model pasar khusus untuk penjualannya,” ujarnya.

Komitmen untuk mendukung aksi penanaman Eucalyptus ini juga dipertegas oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL) lewat Senior Manager Social Capital PT Toba Pulp Lestari Ir Simon H Sidabukke.

PT TPL menurutnya bahkan bersedia untuk memberikan edukasi mengenai perawatan tanaman Eucalyptus agar tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan sesuai dengan harapan untuk dapat memproduksi minyak atsiri dan produk turunan lainnya yang sangat bermanfaat.

produk bersal dari minyak astiri (F-SB/01)

“Kami sangat berkomitmen untuk mendukung ini, karena pada hakikatnya tanaman ini diciptakan Tuhan untuk bermanfaat bagi manusia. Dan kami sebagai perusahaan yang berkecimpung dalam penanaman Eucalyptus untuk industri tentu sangat mendukung termasuk memberikan edukasi agar tanaman ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain penanaman Eucalyptus di lahan Taman Cadika, dalam kegiatan ini juga dilakukan demo penyulingan minyak atsiri secara tradisional.

Sebelumnya, Sekretaris UKM JBM Harizal dalam laporannya menyampaikan ide mengenai penyulingan minyak atsiri dengan memanfaatkan tanaman Eucalyptus ini muncul seiring permasalahan yang dialami masyarakat terkait pandemi covid 19.

“Jujur saja, setiap hari kami banyak bergelut dalam meliput persoalan covid-19.

Dan kegiatan ini merupakan salah satu ide yang muncul untuk memberikan solusi atas penyebaran covid 19 ditengah masyarakat, harapannya selain untuk menanggulangi penyebaran covid-19, ini juga menjadi bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi tersebut,” ujarnya.

“Kami sangat bersyukur, ternyata ide ini didukung oleh berbagai pihak seperti Iptek USU, PT TPL, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, DPD KNPI Sumatera Utara. Ini yang membuat kami menjadi bersemangat,” pungkasnya.(SB/01)