Usai Sapa Ibu Pengajian, Aulia Hampiri Warga Yang Sedang Bersihkan Selokan Parit

sentralberita|Medan ~ Calon Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, H. Aulia Rachman menghampiri seorang warga yang sedang mengorek (membersihkan) selokan parit di jalan Kemuning Raya, Perumnas Helvetia, Medan Helvetia, kemarin.

Sebelumnya, pendamping Bobby Nasution ini menyapa para ibu-ibu pengajian. Namun, saat hendak beranjak pulang, Aulia tiba-tiba turun dari mobil dan menghampiri warga yang sedang mengorek parit dengan penuh sampah.

Sekitar 10 meter panjang parit, dengan lebar 50 cm membuat rumah warga, selalu kebanjiran dikala turun hujan. Kondisi itu membuat warga, selalu mengorek sampah secara rutin dari selokan parit tersebut.

Diakui warga, pembersihan parit sering dia lakukan dengan seorang diri. Tak hanya pembersihan parit, namun rumput liar di sekitaran juga sering dibersihkannya karena menghambat aliran parit.

Menurut warga, banjir berasal dari sampah yang ada di parit hingga menumpuk dan menyebabkan alitan parit tersumbat.

“Sudah 5 tahunan rumah saya kena banjir, belum ada pelebaran parit di sini. Wacana pelebaran udah ada setahun yang lalu tapi karena Covid-19, tertundalah,” ucap Hasibuan, warga setempat.

Dirinya juga mengeluhkan tidak adanya perhatian dari pemerintah kota terhadap kondisi jalan di kawasan itu, yang kerap tergenang banjir, dan perbaikan parit dan drainase.

“Kalau sudah hujan begini, banjir, airnya pun masuk ke dalam rumah,” tambahnya.

Dirinya juga berharap kepada Bobby-Aulia dapat memajukan kota Medan khususnya persoalan banjir yang sering terjadi di Medan.

“Harapan saya mereka betul-betul bekerjalah untuk rakyat, dan mereka juga sudah orang berada gak mungkin seperti yang lalu-lalu. Kalau saya salut liat Jokowi,” Harap Hasibuan.

Melihat kondisi tersebut, Aulia Rachman bersama Bobby Nasution menegaskan bahwa persoalan parit, jalan rusak, drainase dan infrastruktur lainnya akan menjadi fokus program utama pasangan nomor urut 2 itu, jika kelak terpilih memimpin kota Medan.

“Terkait infrastruktur adalah, kewajiban pemimpin untuk membenahi kotanya. Namun, dilihat dulu, mana daerah yang lebih prioritas untuk dibenahi infrastrukturnya,” kata Aulia Rachman, di Medan, Senin (9/11/2020). ( SB /01 )