Sumut Masuk Zona Orange Karena Angka Kesembubuhan Covid-19 Terus Naik

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut Mayor Kes Whiko Irwan mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, pada siaran langsung perkembangan terbaru data Covid-19 dari ruang Sumut Smart Province, Lantai 6 Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (9/11).

sentralberita|Medan~ Perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut), pada pekan kedua November 2020, dinamikanya secara umum menunjukkan tren yang baik.

Di antaranya jumlah pasien yang sembuh dalam sepekan terakhir mencapai 461 orang, sehingga totalnya sejak Maret 2020 sebesar 11.303 orang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut Mayor Kes Whiko Irwan mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, pada siaran langsung perkembangan terbaru data Covid-19 dari ruang Sumut Smart Province, Lantai 6 Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (9/11).

“Secara umum dalam 2 pekan terakhir didapatkan tren yang baik, di antaranya positivity rate menunjukkan tren menurun. Recovery rate menunjukkan tren yang meningkat, mortality rate menunjukkan tren yang menurun, Covid-19 aktif didapatkan sedikit peningkatan, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan akhir tahap 2 penanggulangan pandemi Covid-19 Sumut,” ujar Whiko.

Berdasarkan pantauan awal November 2020, kabupaten/kota di Sumut yang sebelumnya berzona merah atau risiko tinggi Covid-19, turun menjadi zona orange atau risiko sedang. Artinya ada perbaikan kondisi yang penilaiannya mengacu pada perhitungan Indikator Kesehatan Masyarakat.

Adapun indikator tersebut di antaranya indikator epidemiologi, surveilance dan pelayanan kesehatan. Dari 33 kabupaten/kota yang ada, 2 daerah memiliki zonasi kuning atau risiko rendah Covid-19 yaitu Kabupaten Nias dan Humbang Hasundutan (Humbahas), sedangkan 31 kabupaten/kota lainnya berzonasi orange.

“Perkembangan Covid-19 yang begitu dinamis dan masih berlangsung saat ini, tetap membutuhkan kewaspadaan dan konsistensi kita untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan kita sehari-hari.

Sebagaimana semboyan 3M menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan air dan sabun harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.

Sikap lalai atau abai terhadap disiplin protokol kesehatan, kata Whiko, tidak menutup kemungkinan terjadinya lonjakan kembali angka penderita covid (positif) yang baru.

Bahkan wilayah yang sudah berzonasi kuning atau orange bisa kembali menjadi zona merah.

Untuk itu, katanya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengapresiasi dan berterima kasih kepada warga masyarakat instansi dan pelaku usaha yang telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam aktifitas sehari-hari.

“Sedangkan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang belum menerapkan protokol kesehatan, agar segera melaksanakan penerapan protokol kesehatan tersebut, agar Pandemi Covid-19 di Sumatera Utara segera berakhir,” imbaunya.

Begitu juga untuk bidang penegakan hukum dan pendisiplinan protokol kesehatan Satgas Covid-19 Sumut lanjutnya, akan terus memantau dan melaksanakan operasi di lapangan untuk mengingatkan dan mendisiplinkan masyarakat serta pelaku usaha untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19 di Wilayah Sumatera Utara.

“Sanksi yang diberikan mulai dari teguran, peringatan, sampai dengan penutupan sementara tempat usaha yang dinilai melanggar protokol kesehatan Covid-19,” sebutnya.

Sementara kasus sepekan terakhir disampaikan Whiko yakni suspek 643 orang, konfirmasi 545 kasus (total 13.818), sembuh 461 kasus (total 11.303), meninggal dunia 28 kasus (total 566) dan spesimen 11.744 (total 156.643). Sedangkan sisa penderita yang masih ada saat ini dengan hasil swab PCR (positif) dapat dinyatakan sebagai penderita Covid-19 aktif.

“Tercatat tanggal 9 November 2020 penderita Covid-19 aktif Sumatera Utara sebesar 1.949 orang. Dari angka tersebut, 1.475 penderita melaksanakan isolasi mandiri dan 474 penderita lainnya dirawat isolasi di Rumah Sakit.

Tidak lupa kami mengimbau kepada para penderita yang melaksanakan isolasi mandiri, agar berdisiplin melaksanakan isolasinya dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularannya kepada orang lain,” pesan Whiko.

Dari perkembangan data itu, lanjutnya, angka kesembuhan tertanggal 8 November 2020 sebesar 81,78% meningkat 0,12 poin dibandingkan minggu sebelumnya 81,66%.

Angka kesembuhan ini sedikit lebih rendah dibandingkan angka kesembuhan Covid-19 Tingkat Nasional yang sebesar 84,14% di hari yang sama. Angka kematian diperoleh sebesar 4,10% atau sedikit meningkat 0,04 poin dibandingkan minggu sebelumnya  4,06%.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan perlindungan, keselamatan dan kesehatan kepada kita semua pada masa pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara ini,” pungkasnya. (SB/01/H13)