Curhatan Guru Honor ke Bobby, Walau Sudah 15 Tahun Ngajar dengan Gaji Rp 300 Ribu Tetap Bertahan

sentralberita|Medan~ Di momen hari guru Rabu 25 November 2020, calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution mendapati kisah pelik dari guru honorer di Kota Medan.

Meski sudah 15 tahun mengabdi sebagai guru honor, dengan gaji Rp.300 ribu per bulan, namun dia tetap bertahan dengan harapan diangkat sebagai pegawai negeri.

Juli Hica Boru Nababan, guru honorer di SD Negeri 060887 Jalan Darussalam Medan Sunggal, satu dari sekian banyak guru honor di Kota Medan yang mengalaminya.

“Kalau lah boleh mengeluh, rasanya sakit sekali dengan gaji segitu, tapi kami harus terus mengabdi. Begitupun, saya tetap bertahan karena rasa sayang terhadap anak-anak didik, dan juga berharap ada pengangkatan,” ungkap Boru Nababan yang sudah 15 tahun jadi guru honor, dihadapan Bobby Nasution.

Dia mengadukan nasib saat Bobby Nasution menyerap aspirasi warga di Jalan Bunga Sedap Malam 10, Medan Selayang, Rabu 25 November 2020. Di kesempatan ini, Bobby Nasution didampingi pengurus Bara JP (Barisan Relawan Jalan Perubahan) Medan.

Usai berkeluh kesah, Bobby Nasution bersama guru honor dan warga sekitar, mendengarkan himne guru. Tampak wajah haru baik itu dari Bobby Nasution, maupun warga kala menyanyikan himne guru.

Menyikapi keluhan guru honor ini, Bobby Nasution mengaku sudah melakukan kajian bersama pendampingnya Aulia Rachman.

“Saya dan bang Aulia sudah melakukan kajian. Dan dari juknisnya, 50 persen dana bos bisa dipergunakan untuk insentif guru,” ujar menantu Presiden Joko Widodo ini.

Bobby kembali menegaskan, anggaran Kota Medan dalam setahun mencapai Rp.6 T. Dan dari anggaran ini, gaji guru bisa ditambah.

“Anggaran kita dalam setahun mencapai Rp.6 T. Tapi kemarin ada yang katakan anggaran tidak sampe Rp.6 T dalam setahun. Kenapa itu bisa terjadi, karena serapan anggaran yang rendah disebabkan kurangnya inovasi daerah.

Dan dari anggaran ini, gaji guru bisa ditambah. Bahkan, dari anggaran ini juga bisa dialokasikan untuk pendidikan lebih lanjut bagi guru,” terangnya(SB/01)