Bobby Nasution: BPJS Kesehatan Gratis Diutamakan untuk Warga yang Menunggak

sentralberita|Medan~ Warga Medan Amplas berharap perhatian Bobby Nasution akan sarana pendidikan dan kesehatan serta minimnya pergerakan UMKM di wilayah tempat tinggalnya.

Seorang ibu pengajian, Gemini menanyakan masalah BPJS Kesehatan yang tertunggak. Dimana akses jaminan kesehatan dari pemerintah ini tidak bisa digunakan lagi, padahal dia butuh untuk berobat.

“Bagaimana pak, mengenai BPJS Kesehatan. Dulu sempat masuk (dengan mandiri), tapi gak sanggup bayar jadi tidak bisa digunakan lagi. Waktu mau bayar, jumlahnya banyak sekali tak mampu kami,” ucap perempuan berjilbab kuning ini saat Bobby Nasution bersilaturahmi dengan ibu-ibu pengajian di Jalan Lukah, Medan Amplas, Jumat (13/11/2020).

Makanya, Gemini minta solusi dari Bobby Nasution untuk menyelesaikan masalahnya ini. Karena tunggakan ini menghambatnya mengakses jaminan kesehatan dari masyarakat.

Pertanyaan terkait sarana pendidikan dan UMKM juga dikemukakan masyarakat. Terlebih di Medan Amplas terdata 63% warga merupakan pelaku industri kecil dan 19% pelaku industri rumah tangga.

Didampingi juru bicara Ustad Nursyam dan Ketua Umum Bona Center, Yopie Aridiansyah Batubara, Bobby Nasution menjawab pertanyaan ibu-ibu pengajian. Kepada Gemini, penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini menjelaskan fakta bahwa hingga saat ini, penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan dari pemerintah di Kota Medan sekitar 400 ribuan. “Yang dapat hari ini, ada digaris kemiskinan, padahal banyak juga yang hampir miskin di kota ini yang belum tercover. Makanya mereka harus didata ulang,” ucap menantu Presiden Jokowi ini.

Warga sekarang ini semakin banyak yang berada digaris kemiskinan, terlebih ditengah pandemi dengan kegiatan yang dibatasi, banyak pedagang yang tidak laku jualannya.

“Makanya program saya dan bang Aulia Rachman, penerima BPJS Kesehatan akan kita naikkan sekitar 5% dari garis kemiskinan. Mudah-mudahan bisa sampai 800 ribu yang masuk. Mungkin yang kemarin tertunggak itu yang didahulukan, nanti kita lihat bagaimana secara detailnya, bagaimana sistemnya,” sambung Bobby.

Apalagi, jelas dia, permasalahan ini sudah diperbincangkannya dengan anggota DPRD Kota Medan, dan anggaran kesehatan yang dialokasikan Pemko Medan, masih bisa untuk BPJS kesehatan gratis.

Terkait UMKM, Bobby kembali meminta warga membuat kelompok usaha. Sehingga saat bantuan modal dan alat usaha diberikan, akan mudah dipertanggungjawabkan. “Alat usaha dan modal diberikan secara kelompok. Makanya warga membuat usaha kelompok,” tuturnya.

Bobby juga mensosialisasikan Pilkada yang akan digelar sekitar 28 hari lagi. Untuk itu dia mohon dukungan dan doa dari ibu-ibu pengajian yang hadir.(SB/01)