BI: Investasi Mulai Pulih, Ekonomi Sumut Membaik Terbatas

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat memberikan keterangan kepada wartawan di The Hill Sibolangit Kamis (5/11).

sentralberita|Medan~Pada triwulan III 2020 di Sumut, investasi terpantau mulai pulih dan ekonomi membaik terbatas namun belum mencapai level pra Covid-19. Hal tersebut terlihat dari rata-rata kegiatan ekonomi Sumut September 2020 yang masih berkisar 90 persen dari level Februari 2020.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan hal itu kepada wartawan pada acara Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis yang digelar BI di The Hill Sibolangit Kamis (5/11).

“Mobilitas cenderung melandai pada September dipengaruhi penerapan PSBB. Di sisi lain, konsumsi terpantau mulai membaik meski masih terkontraksi,” katanya.

Ia menyebut investasi juga terpantau mulai pulih ditopang oleh investasi bangunan. Ekspor juga mulai menunjukan pemulihan ditopang ekspor non migas.

Hasil analisa Big Data Bank Indonesia juga menunjukan Job Vacancy mulai membaik ditopang pemulihan pada sektor Transkom, Jasa Keuangan, dan Perdagangan, Hotel & Restoran (PHR).

Ia menyebutkan, konsumsi Rumah Tangga juga mulai pulih ditopang oleh perbaikan pendapatan sejalan dengan kembali bekerjanya tenaga kerja terdampak. Pada masa adaptasi kebiasaan baru, beberapa perusahaan kembali beroperasi, terutama pada sektor perhotelan.

“Perbaikan konsumsi rumah tangga ini juga turut ditopang oleh pencairan insentif dari program kartu prakerja. Perbaikan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2020 terindikasi juga oleh beberapa indikator dari global mobility report, produksi dan
konsumsi rokok, penggunaan jalan tol, konsumsi listrik dan penghasilan saat ini,” ucapnya.

Per Agustus, imbuhnya, jumlah tenaga kerja terdampak sebanyak 13.933 pekerja dari 378 perusahaan terdampak Covid-19 kecuali sektor pertanian, perkebunan dan industri pengolahan hasil perkebunan (sawit). Sementara, tenaga kerja yang telah kembali bekerja sebanyak 3.228 pekerja dari
86 perusahaan (23 persen dari pekerja terdampak) telah kembali bekerja, terutama dari sektor perhotelan.
Investasi
Wiwiek mengungkapkan, rencana investasi yang ditetapkan pada triwulan III 2020 di Sumut terpantau meningkat tajam, namun mayoritas proyek baru akan dimulai pada 2021 dan 2022. Beberapa proyek yang direncanakan akan dimulai pada Semester II 2020 adalah Jalan Tol Indrapura Seksi 1 (Rp1,98 triliun), Jaringan Pipa Regional Medan-Binjai-Deli Serdang (Rp0,49 triliun) dan Living Plaza Cemara Asri Medan (Rp0,36 triliun).

Namun, untuk realisasi belanja APBD hingga Agustus di Sumut masih belum optimal. Realisasi belanja Pemda di Sumut per Agustus 2020 masih terbilang cukup rendah. Tercatat hanya Pemerintah Provinsi yang sudah melakukan penyerapan anggaran diatas 60 persen dan hanya 4 kab/kota yang telah realisasi diatas 50 persen.

“Kendala utama penyerapan APBD diantaranya adalah proses realokasi anggaran yang masih berlangsung pada pertengahan tahun sehingga proses belanja menjadi terhambat,” katanya.

Ia menambahkan, penyerapan anggaran APBD terutama bersumber dari belanja bansos dan hibah, belanja subsidi dan belanja tak terduga. Di sisi lain realisasi belanja modal dan barang jasa masih terbatas disebabkan proses realokasi anggaran sehingga menyebabkan proses belanja menjadi terlambat.

“Kami memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2020 berpotensi mengalami kontraksi. Pemulihan diperkirakan dimulai pada triwulan III seiring dengan berlangsungnya fase kenormalan baru. Kebijakan pemulihan ekonomi yang tepat sasaran dibarengi dengan penanganan kesehatan yang optimal, perlu diprioritaskan pada triwulan IV 2020,” tutupnya.(SB/Wie)