Bantah Melakukan Penculikan, Ationg Ajak ke Tanjungbalai untuk Selesaikan Utang

sentralberita|Medan~Sidang lanjutan kasus dugaan penculikan dan penyekapan kembali digelar di Ruang Cakra III, Pengadilan Negeri (PN) Medan, dengan agenda keterangan terdakwa Susanto alias Ayong, Selasa (10/11/2020) sore.

Dalam keterangannya, terdakwa membantah melakukan penculikan melainkan hanya membawa saksi korban Sjamsul Bahri alias Ationg ke Polsek Tanjungbalai Selatan karena masalah utang piutang.

Terdakwa menjelaskan bahwa pada tanggal 9 Juni 2020, Ationg ditemuinya di gedung Selecta salah satu tempat hiburan malam di Medan.

“Setelah bertemu, kami membicarakan masalah utang Ationg kepada saya. Namun tidak menemukan titik terang sehingga saya dan Ationg pergi ke Tanjungbalai manaiki mobil dan berhenti di Polsek Tanjungbalai Selatan,” jelas terdakwa di hadapan Ketua Majelis Hakim, Jarihat Simarmata.

Mendengarkan penjelasan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson, memotong penjelasan terdakwa dan sambil bertanya apa tujuannya membawa saksi korban ke Polsek Tanjungbalai Selatan.

Terdakwapun menjelaskan bahwa waktu itu waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 WIB sehingga berhenti ke Polsek Tanjungbalai Selatan untuk meminta perlindungan.

“Terus Ationg berada di ruangan mana,” lanjut jaksa bertanya. Terdakwa mengatakan bahwa saksi korban dan dirinya berada di ruangan yang sama.

Setelah itu, jaksa mempertanyakan bagaimana keadaan korban saat berada di Polsek Tanjungbalai Selatan.

“Ationg dalam keadaan baik-baik saja, kondisi fisiknya juga sehat-sehat saja pak,” terang terdakwa kepada jaksa.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Habib Budin menanyakan, apakah terdakwa ada menawarkan makan kepada saksi korban saat hendak pergi ke Tanjungbalai. Terdakwa lalu mengatakan bahwa sudah menawarkan makan kepada saksi korban, namun tidak mau.

“Saat terdakwa makan, saksi korban berada dimana,” tanya Habib lagi.

Terdakwa menjelaskan bahwa saksi korban berada di dalam mobil untuk menunggu.

“Apa mobilnya dalam keadaan terkunci,” lanjut Habis bertanya. Lagi-lagi terdakwa mejelaskan bahwa saksi korban saat itu dalam keadaan bebas.

“Mobil tidak terkunci, mobil juga hidup,” jelas terdakwa mengakhiri keterangan.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda tuntutan.

Sementara itu dikutip dari dakwaan jaksa dijelaskan kasus ini bermula pada Januari 2020 lalu. Saat itu terdakwa bersama teman-temannya menjemput saksi korban dari gedung Selecta Jalan Listrik, Medan Petisah. Tujuannya agar saksi korban membayar utangnya.

Saksi korban lalu dibawa ke Polsek di Kota Tanjungbalai dan akhirnya dilepaskan.

Tak terima dengan perlakuan terdakwa dan teman-temannya, istri saksi korban lalu membuat laporan ke Polda Sumut hingga akhirnya terdakwa pun diamankan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 333 ayat 1 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP subs Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. (SB/FS)